Hutama Karya Maksimalkan Tol Banda Aceh-Sigli Jelang Libur Iduladha 2026

oleh
Nurdiansyah Alasta, Ketua Komisi IV DPRA
19.3K pembaca

PT Hutama Karya (Persero) terus memaksimalkan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), termasuk ruas strategis Jalan Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh) yang menjadi tol pertama di ujung barat Indonesia.

Tol Sibanceh memiliki panjang total 74,2 kilometer dan membentang dari Padang Tiji, Kabupaten Pidie, hingga Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar. Kehadiran ruas tol ini mampu memangkas waktu tempuh perjalanan Banda Aceh–Sigli dari sekitar tiga jam menjadi hanya satu jam.

Menjelang libur panjang Iduladha 1447 Hijriah dan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026, Hutama Karya memprediksi terjadi peningkatan signifikan volume kendaraan di ruas tol tersebut.

Gambar

“Iduladha merupakan salah satu momentum besar di Aceh sehingga potensi peningkatan trafik diperkirakan cukup tinggi,” ujar Kepala Regional Sumbagut PT Hutama Karya, Taufiq Hidayat, Kamis (21/5/2026).

Untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas, Hutama Karya mengoperasikan enam seksi Tol Sibanceh, baik secara penuh maupun fungsional.

Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum masih beroperasi secara fungsional dan gratis pada periode tertentu, termasuk saat libur nasional dan kondisi darurat. Sementara Seksi 2 hingga Seksi 6 telah beroperasi penuh atau sebagian pada jalur utama.

Taufiq menjelaskan, ruas Padang Tiji–Seulimeum sebelumnya difungsionalkan untuk mendukung distribusi bantuan saat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025 dan hingga kini masih dimanfaatkan masyarakat.

“Hutama Karya memastikan layanan jalan tol tetap optimal dengan mengutamakan keselamatan selama pengoperasian fungsional berlangsung,” katanya.

Pengoperasian ruas tol tersebut juga telah dikoordinasikan bersama Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), kepolisian, dan instansi terkait lainnya guna menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas selama masa libur.

Disambut Positif

Keberadaan Tol Sibanceh mendapat respons positif dari berbagai kalangan, termasuk DPR Aceh dan tokoh masyarakat.

Ketua Komisi IV DPRA, Drh Nurdiansyah Alasta, M.Kes, menilai Tol Sibanceh menjadi bagian penting dalam mempercepat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Aceh.

“Pembangunan infrastruktur tidak hanya soal fisik, tetapi juga harus memastikan aksesibilitas dan keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga meminta Hutama Karya meningkatkan edukasi, pengamanan lapangan, serta penyediaan akses alternatif bagi masyarakat di sekitar ruas tol, terutama pada seksi yang masih berstatus fungsional.

Sementara itu, tokoh muda Aceh, Dedi Sumardi Nurdin atau Dedi Lamra, menyebut Tol Sibanceh sebagai simbol kemajuan dan harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi Aceh.

“Kehadiran jalan tol ini terbukti menghemat waktu perjalanan, meningkatkan kenyamanan mobilitas, dan mempercepat distribusi barang serta aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.

Menurut Dedi, konektivitas yang semakin baik akan membuka peluang investasi dan memperkuat daya saing Aceh di masa depan.

Ia berharap pembangunan JTTS di wilayah Aceh terus dilanjutkan hingga terkoneksi penuh dengan Sumatera Utara sehingga mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan barat Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap