Pelajaran Kemandirian dari Missile City Iran untuk Industri Pertahanan Indonesia

oleh
Ilustrasi fasilitas pertahanan bawah tanah Missile City Iran yang menjadi simbol kemandirian teknologi, industri pertahanan, dan penguatan kapasitas nasional di tengah tekanan geopolitik global.
23.6K pembaca

Keberadaan jaringan fasilitas rudal bawah tanah atau Missile City milik Iran kembali menjadi perhatian dunia. Kompleks pertahanan yang terdiri dari terowongan, fasilitas produksi, hingga sistem peluncuran rudal dan drone itu dinilai tidak hanya mencerminkan kekuatan militer, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan membangun kemandirian teknologi dan industri pertahanan nasional.

Pengamat pertahanan, Marsda TNI Dr. Budhi Achmadi, menilai Missile City merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun Iran selama puluhan tahun melalui penguasaan teknologi, penguatan industri strategis, serta investasi berkelanjutan pada sumber daya manusia.

Menurutnya, kemampuan tersebut lahir dari kondisi lingkungan strategis yang penuh tekanan, seperti embargo, pembatasan akses teknologi, dan sanksi ekonomi yang berkepanjangan. Situasi itu memaksa Iran mengembangkan kemampuan sendiri untuk memenuhi kebutuhan pertahanan nasional.

Gambar

Konsep tersebut dikenal sebagai enforced autonomy, yakni kondisi ketika sebuah negara terdorong membangun kemandirian karena akses terhadap teknologi dan sumber daya dari luar menjadi terbatas atau tidak dapat diandalkan.

“Kemandirian yang lahir melalui enforced autonomy bukan sekadar pilihan ideologis, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keberlangsungan negara dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan,” tulis Budhi Achmadi.

Ia menjelaskan, pembangunan industri pertahanan yang mandiri tidak dapat dicapai hanya dengan membeli alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari luar negeri. Dibutuhkan ekosistem yang mencakup lembaga penelitian, perguruan tinggi, pusat inovasi, industri manufaktur, serta dukungan kebijakan negara yang berkelanjutan.

Budhi menilai pengalaman Iran memiliki relevansi penting bagi Indonesia yang tengah memperkuat fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Sebagai negara besar dengan wilayah luas dan posisi geopolitik strategis, Indonesia membutuhkan kemampuan pertahanan yang ditopang industri nasional yang kuat.

Menurutnya, kemandirian industri pertahanan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memproduksi alutsista, tetapi juga mencakup penguasaan teknologi kritis, ketersediaan suku cadang, dan kemampuan menjaga kesinambungan operasional pertahanan nasional.

Selain itu, pengalaman Iran menunjukkan bahwa efektivitas sistem pertahanan tidak selalu ditentukan oleh mahalnya teknologi yang digunakan. Pengembangan rudal, drone, sistem penginderaan, kecerdasan buatan, teknologi siber, dan sistem otonom dapat menjadi pilihan strategis bagi negara berkembang untuk membangun kekuatan yang efektif dan sesuai kebutuhan.

Budhi menegaskan bahwa faktor terpenting dalam pembangunan industri pertahanan adalah kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, inovasi dan teknologi tidak akan berkembang tanpa dukungan ilmuwan, peneliti, insinyur, dan tenaga profesional yang kompeten.

“Investasi terbesar dalam pembangunan pertahanan modern sesungguhnya terletak pada pembangunan manusia yang mampu menciptakan, mengembangkan, dan menguasai teknologi,” ujarnya.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki modal besar berupa bonus demografi dan sumber daya manusia yang terus berkembang. Potensi tersebut perlu diarahkan untuk memperkuat kapasitas nasional di bidang sains, teknologi, teknik, dan inovasi.

Budhi menilai pelajaran utama dari Missile City Iran bukan terletak pada jumlah rudal atau fasilitas bawah tanah yang dimiliki, melainkan pada konsistensi membangun kemampuan nasional secara berkelanjutan.

Menurutnya, kemandirian hanya dapat diwujudkan melalui visi jangka panjang yang didukung investasi pada pendidikan, penelitian, teknologi, industri strategis, dan pengembangan sumber daya manusia.

Dengan memperkuat industri pertahanan nasional dan penguasaan teknologi strategis, Indonesia dinilai dapat meningkatkan daya tangkal sekaligus memperkokoh kedaulatan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap