Arifin Tinjau Layanan Hapus Tato Gratis, Antusiasme Warga Membludak

oleh
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin didampingi Ketua TP PKK Jakarta Pusat, Witri Yenny Arifin, meninjau pelaksanaan layanan hapus tato gratis dalam Gebyar Muharram di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Senin (29/6/2026).
16.4K pembaca

Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat bersama Baznas Bazis DKI Jakarta menggelar Gebyar Muharram di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Senin (29/6/2026). Salah satu layanan yang paling diminati masyarakat adalah program hapus tato gratis yang diikuti ratusan peserta, termasuk warga dari luar Jakarta.

Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin, didampingi Ketua TP PKK Kota Administrasi Jakarta Pusat, Witri Yenny Arifin, meninjau langsung pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, layanan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sekaligus menyambut HUT ke-499 Kota Jakarta.

“Layanan hapus tato gratis berlangsung selama dua hari dengan kuota 100 peserta. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, bahkan ada peserta yang datang dari Ciputat dan Tangerang Selatan,” ujar Arifin.

Ia menjelaskan, program tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat yang ingin menghapus tato sebagai bagian dari proses perubahan diri atau hijrah. Tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa biaya penghapusan tato masih menjadi kendala bagi sebagian warga.

Arifin mengungkapkan, proses penghapusan tato membutuhkan beberapa kali tindakan. Bahkan, ada peserta yang telah mengikuti program serupa hingga sepuluh kali melalui layanan Baznas Bazis DKI Jakarta.

“Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami. Tingginya animo masyarakat menunjukkan layanan seperti ini perlu terus dikembangkan agar dapat menjangkau lebih banyak warga,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, agar mempertimbangkan secara matang sebelum memutuskan membuat tato. Pasalnya, proses penghapusan membutuhkan waktu yang lama, biaya besar, serta menimbulkan rasa tidak nyaman.

Salah seorang peserta, Susi (36), warga Serdang, Kemayoran, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan gratis tersebut. Sebelumnya, ia harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk menjalani penghapusan tato di rumah sakit.

“Alhamdulillah sekarang ada program dari Baznas Bazis dan Pemkot Jakarta Pusat, sehingga saya bisa melanjutkan proses penghapusan tato tanpa terbebani biaya,” ujarnya.

Melalui Gebyar Muharram, Pemkot Jakarta Pusat berharap berbagai program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dapat terus diperluas, sekaligus menjadi momentum memperkuat semangat kepedulian, kebersamaan, dan perubahan ke arah yang lebih baik.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap