Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Papua, Willem Frans Ansanay, menyampaikan apresiasi atas capaian tingkat kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang mencapai 82,4 persen berdasarkan survei Litbang Kompas. Menurutnya, angka tersebut menjadi indikator keberhasilan reformasi internal yang dilakukan Polri dalam beberapa tahun terakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026. Ia menilai, pada usia delapan dekade, Polri telah menunjukkan kematangan sebagai institusi negara yang terus berbenah untuk meningkatkan pelayanan, profesionalisme, serta kedekatan dengan masyarakat.
“Tingkat kepercayaan publik sebesar 82,4 persen merupakan capaian yang sangat baik dan tidak diperoleh secara instan. Angka tersebut mencerminkan keberhasilan berbagai pembenahan internal yang dilakukan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo,” kata Willem Frans Ansanay.
Menurut Frans, tema Hari Bhayangkara ke-80, “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, menunjukkan komitmen kuat Korps Bhayangkara untuk terus menghadirkan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, sekaligus memperkuat peran kepolisian sebagai penjaga keamanan dan ketertiban nasional.
Sebagai tokoh masyarakat dari Indonesia Timur, Frans menilai keberhasilan Polri menjaga stabilitas keamanan, khususnya di wilayah Papua dan kawasan timur Indonesia, memiliki dampak besar terhadap pembangunan, aktivitas ekonomi, investasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Keamanan dan ketertiban merupakan fondasi utama bagi masyarakat untuk bekerja, berusaha, dan meningkatkan kualitas hidup. Karena itu, keberhasilan Polri dalam menciptakan rasa aman patut diapresiasi oleh seluruh elemen bangsa, termasuk masyarakat Papua,” ujarnya.
Frans juga menilai tingginya kepercayaan publik terhadap Polri tidak dapat dilepaskan dari kepemimpinan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo yang dinilai berhasil melakukan reformasi mendasar di tubuh institusi kepolisian.
“Di usia Polri yang ke-80, institusi ini telah menunjukkan kematangan dalam berbagai aspek. Jenderal Listyo Sigit Prabowo berhasil membenahi hal-hal yang paling fundamental, yakni budaya kerja, kultur organisasi, serta mentalitas personel sehingga Polri semakin dicintai masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, berbagai transformasi yang dilakukan selama masa kepemimpinan Kapolri telah memperkuat profesionalisme institusi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Keberhasilan tersebut juga terlihat dari kemampuan Polri menjaga stabilitas keamanan nasional, khususnya selama masa transisi politik, sehingga situasi keamanan nasional tetap kondusif.
Frans turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang tetap memberikan kepercayaan kepada Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk memimpin Polri. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi, pengalaman, dan capaian yang telah ditorehkan Kapolri dalam memimpin Korps Bhayangkara.
“Kami dari Papua menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan kepercayaan kepada Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk terus memimpin Polri. Kepercayaan ini merupakan bentuk penghargaan atas kerja keras dan keberhasilannya membawa Polri menjadi institusi yang semakin profesional dan dipercaya masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Frans menilai pengalaman panjang Jenderal Listyo Sigit di berbagai posisi strategis di lingkungan kepolisian menjadi modal penting dalam menjalankan kepemimpinan yang adaptif dan berorientasi pada pembaruan institusi.
Ia berharap momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi penguat semangat bagi seluruh jajaran Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat pelayanan publik, serta menjaga kepercayaan masyarakat yang telah dibangun melalui berbagai reformasi internal.
“Atas nama masyarakat Papua dan Indonesia Timur, kami mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polri semakin presisi, profesional, humanis, dan terus menjadi pelindung, pengayom, serta pelayan masyarakat Indonesia,” tutupnya.










