Pramono Anung Buka Program Santunan Muharam, 3.440 Anak Yatim di Jakarta Terima Bantuan

oleh
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka Program Santunan Muharam dan Belanja Bersama Anak Yatim di Gajah Mada Plaza, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2026). Program ini menjadi bagian dari rangkaian santunan bagi 3.440 anak yatim di Jakarta. Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta/jakarta.go.id.
11K pembaca

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka Program Santunan Muharam dan Belanja Bersama Anak Yatim di Gajah Mada Plaza, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta ini bertujuan menghadirkan kebahagiaan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak yatim menjelang tahun ajaran baru.

Dalam sambutannya, Pramono berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para penerima manfaat.

“Semoga program yang sangat baik ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sebentar lagi masuk sekolah, nanti tasnya baru, bukunya baru, bajunya baru, semangatnya juga baru,” ujar Pramono.

Mengusung tema “Muliakan Anak Yatim Bersama Gubernur”, kegiatan ini diikuti 150 anak yatim yang menerima voucher belanja senilai Rp750 ribu, santunan tunai Rp250 ribu, serta perlengkapan sekolah. Mereka juga diajak berbelanja langsung untuk memilih kebutuhan sekolah sesuai kebutuhan masing-masing.

Pramono menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi pembuka rangkaian Program Santunan Muharam Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 yang akan menjangkau 3.440 anak yatim di seluruh wilayah Jakarta dengan total bantuan mencapai Rp3,44 miliar.

Ia juga mengapresiasi Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta sebagai mitra strategis Pemprov DKI Jakarta yang terus mendukung berbagai program sosial, termasuk Program Pemutihan Ijazah bagi peserta didik dari keluarga prasejahtera.

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, sepanjang 2025 Program Pemutihan Ijazah telah membantu 6.050 peserta didik dengan total bantuan sebesar Rp14,9 miliar. Pada 2026, pemerintah menargetkan pemutihan 6.000 ijazah agar semakin banyak pelajar dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala administrasi.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta terus memperluas akses pendidikan melalui berbagai program, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), LPDP Jakarta, serta sejumlah program bantuan sosial lainnya.

Menurut Pramono, berbagai program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi seluruh anak di Jakarta sekaligus mendukung terwujudnya Jakarta sebagai kota global.

Informasi dalam berita ini dikutip dari portal resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, jakarta.go.id.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap