Pemkot Bekasi Tingkatkan Kapasitas Camat dan Lurah untuk Perkuat Pelayanan Publik

oleh
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto didampingi Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe berinteraksi dengan peserta dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Camat dan Lurah beserta Aparatur Kewilayahan se-Kota Bekasi Tahun 2026 di Bogor, 17–18 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat soliditas aparatur serta meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kondusivitas wilayah.
10.4K pembaca

Pemerintah Kota Bekasi terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Camat dan Lurah se-Kota Bekasi beserta Aparatur Kewilayahan Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Menuju Kelurahan dan Kecamatan yang Solid, Harmonis, dan Inovatif dalam Melayani Masyarakat serta Menjaga Kondusivitas Wilayah” itu digelar pada Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan dihadiri Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe, seluruh camat, lurah, dan aparatur kewilayahan. Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman memberikan arahan secara virtual melalui Zoom Meeting.

Dalam sambutannya, Tri Adhianto menegaskan bahwa camat, lurah, dan aparatur kewilayahan merupakan garda terdepan pemerintah yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Karena itu, kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan agar mampu menjawab kebutuhan warga secara cepat, tepat, dan responsif.

Menurutnya, dinamika pelayanan publik yang semakin kompleks menuntut aparatur memiliki kemampuan beradaptasi, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan inovasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di wilayah.

“Camat, lurah, dan seluruh aparatur kewilayahan adalah wajah Pemerintah Kota Bekasi di tengah masyarakat. Karena itu, saya ingin seluruh jajaran selalu hadir dengan pelayanan yang cepat, responsif, dan mampu memberikan solusi atas setiap persoalan yang dihadapi warga,” ujar Tri Adhianto.

Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi dan koordinasi antarlembaga agar setiap program pemerintah dapat berjalan efektif hingga tingkat lingkungan. Kekompakan aparatur, menurutnya, menjadi modal utama dalam menjaga keamanan, kenyamanan, dan kondusivitas wilayah.

Selain itu, Tri mengajak seluruh peserta terus meningkatkan kompetensi, integritas, dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Ia menilai keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kualitas pelayanan yang diberikan aparatur di tingkat kecamatan dan kelurahan.

“Mari kita bangun budaya kerja yang solid, harmonis, dan penuh inovasi. Jadilah aparatur yang mampu mendengar, memahami, dan menyelesaikan persoalan masyarakat dengan hati. Kepercayaan masyarakat akan tumbuh ketika pelayanan yang kita berikan semakin baik dari hari ke hari,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengajak seluruh aparatur kewilayahan untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta menjaga stabilitas wilayah sebagai bagian dari pelayanan publik yang berkualitas.

Seluruh peserta mengikuti rangkaian materi secara interaktif sebagai bekal untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap camat, lurah, dan aparatur kewilayahan semakin siap menghadapi tantangan pembangunan, memperkuat sinergi, serta menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap