Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, resmi melantik Pengurus Pusat Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid Dewan Masjid Indonesia (BKMM-DMI) Periode 2026–2031 sekaligus membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I BKMM-DMI di Auditorium Al-Qudus, Kampus Universitas YARSI, Jakarta, Jumat (17/7/26).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 300 peserta dari berbagai provinsi ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan program kerja nasional BKMM-DMI untuk lima tahun ke depan.
Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menegaskan bahwa majelis taklim harus berkembang menjadi lebih dari sekadar tempat pembinaan keagamaan. Menurutnya, majelis taklim perlu berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan keterampilan, serta pemberdayaan ekonomi umat.
Ia juga menyoroti pentingnya peran perempuan dalam memperkuat dakwah Islam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurut Jusuf Kalla, majelis taklim perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun keluarga yang kokoh, membentuk generasi berakhlak, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui berbagai program yang bermanfaat.
Jusuf Kalla berharap kepengurusan BKMM-DMI periode 2026–2031 mampu menghadirkan program-program inovatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sehingga keberadaan majelis taklim semakin dirasakan di tengah kehidupan umat.
Pada kesempatan tersebut, Hj. Nora Yosse Novia, S.H., M.H. resmi dilantik sebagai Ketua Umum PP BKMM-DMI Periode 2026–2031. Dalam sambutannya, ia menyatakan komitmennya untuk memperkuat sinergi organisasi, meningkatkan kualitas pembinaan majelis taklim, serta mengembangkan program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Wakil Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, yang turut hadir dalam acara tersebut menekankan pentingnya sinergi antara organisasi keagamaan dan gerakan koperasi untuk memperkuat ekonomi umat. Menurutnya, majelis taklim memiliki potensi besar dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Agama RI, Muchlis Muhammad Hanafi, mengajak seluruh pengurus BKMM-DMI untuk terus memperkuat moderasi beragama, meningkatkan kualitas dakwah, serta menjadikan majelis taklim sebagai ruang pendidikan Islam yang inklusif dan mencerdaskan.
Direktur Universitas YARSI, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D., juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pelantikan dan Rakernas di lingkungan kampus. Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi keagamaan penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Rakernas I BKMM-DMI membahas berbagai agenda strategis, mulai dari penyelarasan visi organisasi, penyusunan program kerja setiap bidang, penguatan koordinasi antara pengurus pusat dan daerah, hingga perumusan langkah strategis untuk memperkuat peran majelis taklim dalam pembinaan umat di seluruh Indonesia.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan khidmat dengan antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.






