Pengamat: PKB Usung Prabowonomics untuk Perkuat Posisi Politik Jelang Pilpres 2029

oleh
Arifki Chaniago Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia
7.2K pembaca

Langkah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengangkat tema Prabowonomics dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 dinilai bukan sekadar bentuk dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sejumlah pengamat menilai langkah tersebut juga memiliki dimensi politik dalam memperkuat posisi PKB menjelang kontestasi Pilpres 2029.

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai PKB berupaya membangun identitas sebagai partai yang memiliki kedekatan dengan agenda pembangunan pemerintahan Prabowo.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan strategi politik untuk memperkuat posisi PKB dalam dinamika koalisi pemerintahan sekaligus meningkatkan daya tawar partai di masa mendatang.

“PKB sedang melakukan apa yang saya sebut sebagai perebutan political ownership atas Prabowonomics. Ini bukan sekadar mendukung Presiden Prabowo, tetapi berusaha menjadi partai yang paling melekat dengan keberhasilan pemerintahannya. Siapa yang berhasil menguasai narasi itu, dialah yang memiliki peluang terbesar menjadi pewaris politik Prabowo pada 2029,” ujar Arifki.

Ia menilai Harlah ke-28 PKB tidak dapat dipandang hanya sebagai agenda seremonial. Pemilihan tema Prabowonomics dinilai mencerminkan mulai menghangatnya dinamika politik menuju Pemilihan Presiden 2029.

Menurut Arifki, kompetisi politik saat ini tidak hanya terjadi antara koalisi pemerintah dan oposisi, tetapi juga mulai terlihat di internal partai-partai pendukung pemerintah.

“Yang mulai terbentuk justru kompetisi di dalam tubuh koalisi sendiri. Semua tokoh mulai membangun posisi tawarnya di hadapan Presiden Prabowo, dan PKB menjadi salah satu yang bergerak lebih awal,” katanya.

Arifki juga menilai strategi tersebut dapat menjadi investasi politik jangka panjang bagi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Dengan mengusung narasi yang selaras dengan agenda ekonomi pemerintah, PKB dinilai berupaya memperkuat posisi politiknya dalam peta koalisi.

“PKB ingin membangun persepsi bahwa mereka ikut mengawal dan mendukung keberhasilan agenda pemerintahan. Hal itu tentu dapat meningkatkan posisi tawar partai dalam dinamika politik ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arifki menyebut langkah PKB juga menjadi sinyal bagi partai-partai lain di Koalisi Indonesia Maju Plus bahwa persaingan politik menuju Pilpres 2029 mulai terbentuk.

Menurutnya, setiap partai kini berupaya menunjukkan kontribusi nyata terhadap pemerintahan agar memiliki legitimasi politik yang kuat ketika memasuki tahapan kontestasi nasional berikutnya.

“Yang diperebutkan bukan hanya posisi calon wakil presiden, tetapi juga siapa yang dinilai paling berkontribusi terhadap keberhasilan pemerintahan Prabowo selain Gerindra. Persaingan itu mulai terlihat sejak sekarang,” tutup Arifki.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap