Tokoh Muda Tanah Abang Apresiasi Kinerja Wali Kota Arifin, Minta Kritik Berbasis Fakta

oleh
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin, berdialog dan bersalaman dengan warga saat meninjau langsung kondisi lingkungan di salah satu permukiman di Jakarta Pusat sebagai bagian dari upaya menyerap aspirasi dan memastikan pelayanan publik berjalan optimal.
62.4K pembaca

Sejumlah tokoh muda Tanah Abang memberikan apresiasi terhadap kinerja Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin, di tengah berbagai kritik yang beredar di media sosial. Mereka menilai penilaian terhadap seorang kepala daerah seharusnya didasarkan pada fakta, capaian kerja, dan kondisi nyata di lapangan.

Salah satu tokoh muda Tanah Abang sekaligus pengacara muda Jakarta, H. Okis Bangkit, S.H., menegaskan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam demokrasi. Namun, menurutnya, kritik akan lebih bermanfaat apabila disampaikan secara objektif, proporsional, dan didukung data yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau ada yang mengkritik kinerja Pak Wali Kota, itu hak setiap warga. Namun akan lebih baik jika kritik tersebut disampaikan berdasarkan fakta dan secara langsung. Pak Arifin adalah sosok yang terbuka terhadap masukan, terutama yang bersifat membangun,” ujar Okis.

Menurut Okis, anggapan bahwa Arifin hanya mengandalkan pencitraan di media sosial tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia menilai Arifin dikenal aktif turun langsung ke masyarakat untuk memantau berbagai persoalan sekaligus mengawal pelaksanaan program pembangunan.

Salah satu contohnya adalah agenda rutin setiap Selasa malam, ketika Wali Kota menggelar pertemuan tatap muka bersama warga Jakarta Pusat. Dalam forum tersebut, berbagai aspirasi dan persoalan masyarakat dibahas secara langsung untuk dicarikan solusi.

Bahkan, kata Okis, Arifin juga membagikan nomor telepon pribadinya kepada warga agar pengaduan maupun informasi terkait permasalahan di wilayah dapat disampaikan secara langsung.

“Ini menunjukkan beliau ingin membangun komunikasi tanpa sekat dengan masyarakat. Tidak semua kepala daerah bersedia membuka akses komunikasi pribadi seperti itu,” katanya.

Okis juga menyoroti sejumlah program yang telah direalisasikan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat di bawah kepemimpinan Arifin. Di antaranya pengaspalan Jalan Pasar Baru Barat dan Jalan Karet Bivak pada Desember 2025 yang sebelumnya lama dikeluhkan warga karena rusak.

Di bidang sosial, Pemkot Jakarta Pusat melaksanakan program bedah rumah di Jalan Sukabumi pada Juli 2025, kemudian kembali membantu warga terdampak kebakaran di kawasan Bungur, Kecamatan Senen, melalui program serupa pada Januari 2026.

Sementara di sektor penataan kawasan, revitalisasi Kebon Kacang telah dilaksanakan pada Mei 2026 untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman. Saat ini, penataan kawasan juga sedang berlangsung di wilayah Jati Petamburan.

Perhatian terhadap sektor pendidikan juga dinilai menjadi bagian dari kepemimpinan Arifin. Menurut Okis, Wali Kota turun langsung mengunjungi rumah dua anak yang terancam putus sekolah guna memastikan mereka tetap memperoleh hak atas pendidikan.

Selain menjalankan berbagai program pembangunan, Arifin juga rutin melakukan pemantauan wilayah. Setiap Rabu pagi, ia bersepeda menyusuri sejumlah ruas jalan di Jakarta Pusat untuk memantau kebersihan lingkungan, kondisi fasilitas umum, serta mengidentifikasi persoalan yang membutuhkan penanganan cepat.

Okis menilai aktivitas tersebut menunjukkan bahwa media sosial dimanfaatkan sebagai sarana transparansi pemerintahan sekaligus mempercepat respons terhadap aspirasi masyarakat.

“Yang terpenting bukan seberapa sering seorang kepala daerah muncul di media sosial, tetapi apakah di balik itu ada kerja nyata yang dirasakan masyarakat. Dalam pandangan kami, Pak Arifin telah membuktikan hal tersebut melalui berbagai program yang sudah berjalan,” tegasnya.

Pandangan serupa disampaikan H. Bardata, putra tokoh Tanah Abang, almarhum Bang Yusuf Muhi atau Bang Ucu. Ia menilai kritik terhadap kepala daerah tetap diperlukan sebagai bagian dari proses demokrasi, namun harus disampaikan secara sehat, objektif, dan berdasarkan fakta.

Menurutnya, masyarakat dapat menilai sendiri berbagai program dan kinerja yang telah dijalankan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat.

“Kami bukan anti-kritik. Justru kritik sangat diperlukan sebagai bahan evaluasi. Namun, kritik harus disampaikan dengan etika, objektif, dan berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Warga Jakarta Pusat tentu dapat menilai sendiri bagaimana kinerja Pak Wali Kota selama ini,” pungkas Bardata.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap