Kebakaran Gedung Abdul Muis, Pelayanan Publik DKI Tetap Berjalan

oleh
Gedung Dinas Teknis Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat, mengalami kerusakan pada sejumlah bagian bangunan setelah dilanda kebakaran pada Jumat (7/8/2026) malam. (Foto: jakarta.go.id)
13.4K pembaca

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan pelayanan publik tetap berjalan setelah kebakaran melanda Gedung Dinas Teknis Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026) malam. Kebakaran tersebut berhasil ditangani dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Berdasarkan informasi awal dari pengelola gedung, api diduga muncul dari lantai 11 dan kemudian merambat hingga lantai 16.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Meghantara, mengatakan petugas langsung dikerahkan setelah menerima laporan kebakaran.

Sebanyak 37 unit kendaraan pemadam kebakaran dan 185 personel diterjunkan untuk menangani api. Petugas juga mengerahkan tiga kendaraan khusus, termasuk Bronto Skylift, untuk menjangkau titik api di bagian atas gedung.

“Sebanyak 37 unit pemadam kebakaran dengan dukungan 185 personel kami kerahkan. Tiga unit kendaraan khusus, termasuk Bronto Skylift, juga diterjunkan untuk mempercepat proses pemadaman dan menjangkau titik-titik api di lantai atas,” kata Bayu.

Proses pemadaman berlangsung sekitar empat jam. Kondisi angin yang cukup kencang menjadi salah satu kendala petugas dalam menangani kebakaran.

Api berhasil dilokalisasi sekitar pukul 02.00 WIB. Setelah itu, petugas melanjutkan pendinginan dan penyisiran di setiap lantai untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi menyebabkan kebakaran kembali.

“Alhamdulillah kami bertahan di lantai 10 untuk memastikan tidak ada perambatan kembali. Saat ini teman-teman Damkar masih terus menyisir setiap lantai agar kondisi benar-benar aman,” ujarnya.

Seorang Pekerja Berhasil Dievakuasi

Bayu memastikan kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa. Tim penyelamat Gulkarmat juga berhasil mengevakuasi seorang pekerja yang berada di lantai 15 dalam kondisi selamat.

Pekerja tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Di sisi lain, Pemprov DKI memastikan kebakaran tidak mengganggu pelayanan publik. Data perpajakan DKI Jakarta dipastikan tetap aman karena seluruh data telah terdigitalisasi dan memiliki sistem pencadangan pada server serta pusat data yang berada di lokasi terpisah.

Data aset daerah yang dikelola Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) juga dipastikan aman. Server dan pusat data BPAD berada di lokasi terpisah dari Gedung Abdul Muis.

Sekitar 1.000 ASN Diatur Bekerja dari Lokasi Alternatif

Gedung Dinas Teknis Bapenda DKI Jakarta diketahui telah diasuransikan. Gedung tersebut juga menjadi tempat berkantor sekitar 1.000 aparatur sipil negara (ASN) dari sejumlah perangkat daerah.

Beberapa instansi yang berkantor di gedung tersebut antara lain Bapenda, BPAD, BPSDM, Dinas Perhubungan, Bank Jakarta, dan Dekranasda.

Untuk memastikan aktivitas pemerintahan tetap berjalan, Pemprov DKI menyiapkan sejumlah skema kerja sementara. Pengaturan tersebut mencakup bekerja dari rumah (WFH) secara bergantian, bekerja dari kantor suku dinas wilayah kota, serta memanfaatkan gedung lain milik Pemprov DKI Jakarta.

Pemprov DKI juga terus berkoordinasi dengan Kepolisian untuk menginvestigasi penyebab kebakaran.

Bayu mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi kemarau panjang. Warga juga diminta memeriksa kembali kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan seiring fenomena kemarau panjang akibat El Nino, serta periksa kembali instalasi listrik di hunian masing-masing,” pungkas Bayu.

Catatan: Informasi ini dikutip dari portal resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap