Penataan Lokbin Kramat Jati Capai 85 Persen, 143 Pedagang Ikan Segera Menempati

oleh
Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin meninjau progres penataan Lokbin Kramat Jati yang disiapkan untuk menampung 143 pedagang ikan dan komoditas hasil laut.
13.8K pembaca

Penataan Lokasi Binaan (Lokbin) Kramat Jati di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, memasuki tahap akhir. Hingga Minggu (30/8/2026) malam, progres penataan mencapai 85 persen dan ditargetkan rampung pada Senin (31/8/2026).

Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, meninjau langsung Lokbin Kramat Jati untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target. Kawasan tersebut disiapkan sebagai sentra perdagangan ikan laut dan berbagai komoditas hasil laut.

Lokbin Kramat Jati dijadwalkan diresmikan Gubernur DKI Jakarta pada Selasa (1/9/2026). Setelah penataan selesai, lokasi tersebut akan menampung 143 pedagang ikan dan komoditas sejenis yang sebelumnya berjualan di sekitar Jalan Raya Bogor.

“Penataan sudah mencapai 85 persen. Sekarang tinggal finishing, pemasangan lampu-lampu dan perbaikan pintu toilet. Untuk lainnya sudah siap semuanya,” ujar Munjirin saat meninjau lokasi, Minggu malam.

Penerangan Jadi Prioritas

Munjirin mengatakan pemasangan lampu menjadi salah satu pekerjaan yang diprioritaskan. Pasalnya, sebagian besar pedagang ikan, kerang, kepiting atau rajungan, serta hasil laut lainnya beraktivitas pada malam hari.

Penerangan yang memadai dinilai penting untuk menunjang kegiatan perdagangan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi pedagang serta pembeli.

Dalam peninjauan tersebut, Munjirin didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Fauzi, Kepala Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Timur Andi Ahmad Refi, Kepala Satpol PP Jakarta Timur Muhammadong, serta sejumlah pejabat terkait.

Lokbin Kramat Jati berada di bawah pembinaan Suku Dinas PPKUKM Jakarta Timur.

Libatkan 100 Personel Gabungan

Kepala Sudin PPKUKM Jakarta Timur, Andi Ahmad Refi, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penataan kawasan tersebut.

Menurut Refi, penataan dilakukan secara kolaboratif selama sepekan terakhir dengan melibatkan sekitar 100 personel gabungan dari unsur kelurahan dan kecamatan, PPSU, Satgas Bina Marga, Suku Dinas Lingkungan Hidup, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Satpol PP, Suku Dinas Perhubungan, Sudin PPKUKM, serta unsur terkait lainnya.

“Penataan kemarin meliputi pendataan pedagang, pengosongan kios, pembersihan sampah, penataan trotoar, penyemprotan area, pembersihan saluran, pengangkutan sampah, pengecatan railing median jalan, serta pembuatan trotoar baru,” jelas Refi.

Ia menjelaskan, masing-masing unit kerja menjalankan tugas sesuai kewenangannya. Suku Dinas Bina Marga, misalnya, menangani penataan infrastruktur kawasan, termasuk pengecatan railing median jalan dan pembangunan trotoar baru.

Suku Dinas Lingkungan Hidup bertugas mengangkut sampah hasil kerja bakti. Dari kegiatan tersebut, sampah yang berhasil dibersihkan mencapai sekitar 12 meter kubik atau setara 4–5 ton.

Sementara itu, Suku Dinas Gulkarmat melakukan penyemprotan area yang kotor sekaligus membantu membersihkan saluran yang tersumbat.

Satpol PP Kecamatan Kramat Jati bertugas menjaga keamanan dan ketertiban selama proses penataan. Adapun Suku Dinas Perhubungan membantu mengatur lalu lintas di sekitar lokasi agar arus kendaraan tetap berjalan lancar dan keselamatan pengguna jalan terjaga.

Setelah penataan rampung, Lokbin Kramat Jati diharapkan menjadi sentra perdagangan hasil laut yang lebih tertib, bersih, nyaman, dan aman. Keberadaan lokasi tersebut juga memberikan kepastian tempat usaha bagi 143 pedagang ikan dan komoditas hasil laut lainnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap