Makna Ketuhanan dan Bela Negara dalam Ajaran Khonghucu

oleh
umat Khonghucu menjalankan ibadah dan mengamalkan nilai kebajikan dalam kehidupan bermasyarakat.(Sumber: kemenag.go.id)
23.6K pembaca

Pemahaman mengenai konsep Ketuhanan menjadi bagian penting dalam ajaran Khonghucu. Konsep tersebut tidak hanya berkaitan dengan hubungan spiritual manusia dengan Tuhan, tetapi juga menjadi landasan pembentukan karakter, kebajikan, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat serta berbangsa.

Dalam ajaran Khonghucu, Tuhan Yang Maha Kuasa dikenal dengan sebutan Tian atau Huang Tian Shang Di. Tian dipahami sebagai Maha Pencipta dan Tuhan Yang Maha Tinggi.

Ajaran Khonghucu juga mengenal empat sifat kebajikan agung Tian sebagaimana dijelaskan dalam Kitab Yijing, yaitu Yuan, Heng, Li, dan Zhen. Keempat nilai tersebut menjadi landasan bagi manusia dalam mengembangkan Watak Sejati atau Xing.

Empat Kebajikan Tian

Yuan dimaknai sebagai Mahamula dan Maha Sempurna. Tian merupakan sumber dari segala sesuatu. Dalam diri manusia, nilai tersebut tercermin melalui Ren atau cinta kasih.

Heng berarti Maha Menembusi dan Maha Luhur. Nilai ini menggambarkan hukum Tian yang menjaga kehidupan agar berkembang secara harmonis. Dalam diri manusia, sifat tersebut tercermin melalui Li atau kesusilaan.

Li berarti Maha Pemberkah dan Maha Adil. Nilai ini berkaitan dengan pemeliharaan kehidupan serta konsekuensi dari setiap perbuatan. Dalam diri manusia, nilai tersebut tercermin melalui Yi atau kebenaran dan keadilan.

Sementara itu, Zhen berarti Mahakokoh, Maha Kekal, dan Maha Abadi. Nilai tersebut tercermin dalam diri manusia melalui Zhi atau kebijaksanaan.

Konsep tersebut memperlihatkan bahwa ajaran Ketuhanan dalam Khonghucu memiliki hubungan erat dengan pembentukan karakter dan perilaku manusia.

Watak Sejati Berasal dari Firman Tian

Kitab Zhongyong Bab Utama Ayat 1 menjelaskan hubungan antara Tian, Watak Sejati, Jalan Suci, dan agama melalui ungkapan:

Tian Ming Zhi Wei Xing, Shuai Xing Zhi Wei Dao, Xiu Dao Zhi Wei Jiao.

Maknanya, Firman Tian merupakan asal dari Watak Sejati manusia. Menjalani kehidupan sesuai Watak Sejati merupakan Jalan Suci, sedangkan bimbingan dalam menjalani Jalan Suci disebut agama.

Ajaran tersebut menekankan bahwa manusia memiliki potensi kebajikan yang perlu dikembangkan melalui kehidupan yang sesuai dengan nilai moral dan spiritual.

Kitab Zhongyong juga menggambarkan kebesaran Tian yang meliputi seluruh kehidupan. Dalam ajaran tersebut, Tian disebut tidak dapat dilihat dan didengar secara biasa, tetapi kehadiran-Nya diyakini meliputi seluruh wujud.

Pemahaman terhadap Tian kemudian menjadi dasar bagi manusia untuk menjaga perilaku, mengembangkan kebajikan, serta menjalankan kehidupan secara bertanggung jawab.

Ketuhanan dan Tanggung Jawab Menjaga Tanah Air

Kesadaran spiritual tersebut juga berkaitan dengan tanggung jawab manusia terhadap tanah air. Dalam perspektif ajaran Khonghucu, menjaga tanah air merupakan amanah yang harus diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Nilai tersebut antara lain tercermin dalam Kitab Mengzi yang mengajarkan pentingnya mempertahankan tanah air dan tidak meninggalkannya hanya demi kepentingan pribadi.

Bela negara dalam konteks modern tidak selalu diwujudkan melalui perjuangan fisik. Nilai tersebut dapat diterapkan melalui kejujuran, tanggung jawab, profesionalisme, menjaga persatuan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Seorang dokter yang melayani pasien dengan cinta kasih, ilmuwan yang menjunjung kejujuran dalam penelitian, maupun insinyur yang membangun infrastruktur dengan prinsip keadilan merupakan contoh pengabdian yang dapat menjadi bagian dari tanggung jawab kebangsaan.

Membangun Negara Dimulai dari Pembinaan Diri

Kitab Daxue atau Ajaran Besar mengajarkan bahwa keteraturan negara dan kedamaian dunia berawal dari proses pembentukan manusia.

Rangkaian tersebut dimulai dari upaya memahami hakikat berbagai perkara, memperluas pengetahuan, meluruskan tekad dan hati, membina diri, menata keluarga, hingga mengatur negara. Dari negara yang tertata, diharapkan lahir kehidupan yang damai.

Prinsip tersebut menunjukkan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya membutuhkan kebijakan dan pembangunan fisik, tetapi juga manusia yang memiliki karakter, integritas, pengetahuan, dan tanggung jawab moral.

Dengan demikian, pemahaman Ketuhanan dalam ajaran Khonghucu tidak berhenti pada aspek spiritual. Nilai Tian juga menjadi landasan untuk mengembangkan kebajikan, menjaga hubungan antarmanusia, memperkuat persatuan, serta menjalankan tanggung jawab terhadap bangsa dan negara.

Nilai cinta kasih, kesusilaan, kebenaran, dan kebijaksanaan dapat menjadi pedoman umat Khonghucu dalam berkontribusi bagi kehidupan masyarakat dan menjaga keutuhan Indonesia.

Huang Tian Shang Di, Wei Tian You De, Shanzai.

Catatan: Informasi ini dikutip dari situs resmi Kementerian Agama Republik Indonesia, Selasa (1/9/2026).

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap