Gempa M5,5 Guncang Halmahera Tengah, 15 Rumah Rusak

oleh
Sebuah bangunan roboh akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Halmahera Tengah, Maluku Utara.(Sumber: komdigi.go.id)
47.6K pembaca

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Selasa (1/9/2026) pukul 15.22 WIB. Gempa tersebut menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan.

Berdasarkan kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Tengah, sedikitnya 15 kepala keluarga (KK) terdampak. Pendataan sementara juga mencatat 15 rumah mengalami rusak ringan dan satu fasilitas kesehatan mengalami kerusakan ringan.

Data tersebut masih diverifikasi melalui asesmen lapangan untuk memastikan jumlah kerusakan dan dampak lainnya.

BPBD Pantau Wilayah Terdampak

Sejak gempa terjadi, BPBD Halmahera Tengah terus memantau kondisi wilayah terdampak dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta kepala desa di Kecamatan Patani dan Patani Utara.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD telah melakukan asesmen terhadap bangunan dan dampak gempa. Perkembangan kondisi di lapangan juga dilaporkan secara berkala kepada Bupati Halmahera Tengah.

Hingga Rabu (2/9/2026), kondisi masyarakat masih dalam pemantauan. Pemerintah daerah bersama unsur terkait melanjutkan pendataan dan verifikasi untuk mengetahui kondisi bangunan serta kebutuhan warga.

Gempa Berpusat di Laut

Informasi awal menyebutkan pusat gempa berada sekitar 65 kilometer tenggara Halmahera Tengah, 84 kilometer tenggara Maba, dan 116 kilometer tenggara Weda.

Gempa berpusat di laut pada koordinat 0,26 derajat Lintang Utara dan 128,92 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.

Guncangan dirasakan lemah hingga sedang oleh masyarakat di Kecamatan Patani dan Patani Utara. Berdasarkan parameter gempa tersebut, kejadian ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Warga Diminta Waspada

Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, serta pemerintah daerah.

Warga yang rumahnya mengalami kerusakan diimbau tidak memasuki bagian bangunan yang retak atau berpotensi roboh sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, antara lain dengan memastikan jalur keluar rumah tidak terhalang, menyiapkan rencana evakuasi, serta mengamankan dokumen penting dan kebutuhan dasar keluarga.

BPBD bersama BNPB dan unsur terkait akan terus memantau perkembangan kondisi di Halmahera Tengah. Informasi mengenai dampak gempa akan diperbarui berdasarkan hasil asesmen dan verifikasi di lapangan.

Catatan: Informasi ini dikutip dari situs resmi Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Kamis (3/9/2026).

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap