Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus mendorong transformasi digital untuk memperkuat tata kelola dan keterbukaan informasi publik.
Upaya tersebut dibahas dalam Forum Keterbukaan Informasi Publik bertema “Transformasi Digital sebagai Penguat Tata Kelola Informasi” yang digelar secara hibrida pada Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Kemenpora RI.
Forum dibuka Sekretaris Kemenpora Suyadi Pawiro dan diikuti para pengelola informasi publik dari kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai tantangan dan peluang pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan informasi publik.
Suyadi mengatakan perkembangan teknologi membuat pemerintah perlu terus meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap informasi.
“Transformasi digital akan terus kita kembangkan. Kita ingin melakukan integrasi data dan menjangkau lebih banyak lagi masyarakat melalui media yang kita miliki,” ujar Suyadi.
Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan bagian penting dari transparansi pemerintahan. Masyarakat tidak hanya memiliki akses untuk mengetahui kebijakan pemerintah, tetapi juga dapat memberikan masukan dan melakukan pengawasan.
Karena itu, transformasi digital perlu berjalan beriringan dengan reformasi birokrasi agar pelayanan publik semakin profesional, cepat, dan responsif.
Website Resmi Jadi Sumber Informasi Utama
Forum tersebut menghadirkan Arman Fauzi dan Gunawan Suswantoro sebagai keynote speaker. Sementara itu, Aditya Nuriya Sholikah dari Komisi Informasi Pusat dan praktisi informasi publik Fathul Ulum hadir sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Aditya menekankan bahwa transformasi digital badan publik tidak sekadar mengubah dokumen atau layanan manual menjadi layanan elektronik.
Menurutnya, badan publik perlu membangun sistem informasi yang terintegrasi antarsatuan kerja. Website resmi juga perlu diperkuat sebagai single source of truth atau sumber utama informasi resmi.
Badan publik juga didorong lebih proaktif menyediakan informasi yang dibutuhkan masyarakat. Pemanfaatan media sosial dapat dilakukan untuk memperluas jangkauan informasi, tetapi informasi resmi tetap harus tersedia melalui kanal utama lembaga.
Keamanan Siber dan Data Pribadi Jadi Perhatian
Penguatan transformasi digital juga harus dibarengi dengan perlindungan data pribadi dan keamanan siber.
Keterbukaan informasi tidak berarti seluruh data dapat dipublikasikan tanpa batas. Pengelola informasi publik perlu memastikan informasi yang disampaikan tetap sesuai dengan ketentuan serta tidak mengabaikan aspek keamanan dan perlindungan data.
Melalui forum tersebut, Kemenpora mendorong terciptanya pengelolaan informasi publik yang lebih terintegrasi, transparan, dan akuntabel.
Transformasi digital diharapkan tidak hanya mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Kemenpora menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan layanan informasi publik yang adaptif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tengah perkembangan teknologi digital.
Catatan: Informasi ini dikutip dari situs resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Jumat (4/9/2026).











