Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terharu mendengar kisah Harlen, mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) yang sejak kecil ditinggal ayah dan kini harus berjuang melanjutkan pendidikan dalam keterbatasan ekonomi.
Harlen merupakan mahasiswa baru asal Bone yang datang ke Unismuh sebagai utusan pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah Salomekko. Karena keterbatasan biaya, ia tinggal di asrama dengan bantuan seorang ustaz.
Mendengar kisah tersebut, Amran memberikan perhatian langsung kepada Harlen. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan pesan kepada ayah Harlen melalui kamera.
“Pak Hilo, anakmu sedang berjuang, ada di sini. Insyaallah dia akan mengangkat nama baikmu dan dia selalu mendoakan, dia mencarimu.”
Pesan tersebut disampaikan Amran saat menghadiri Taaruf dan Kuliah Umum Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 Unismuh Makassar, Sabtu (12/9/2026).
Mentan Amran Tanggung Biaya Tempat Tinggal
Amran kemudian meminta pihak Unismuh membantu mencarikan tempat tinggal yang layak bagi Harlen. Ia menyatakan biaya tempat tinggal mahasiswa tersebut akan dibantu melalui kantornya selama tiga tahun masa perkuliahan.
“Nanti kosannya cari di sini, nanti bayarnya tiga tahun dari kantor saya. Nanti staf Unismuh kontak kantor saya, carikan kosan, lunasi tiga tahun.”
Setelah mengetahui kebutuhan makan Harlen selama tinggal di asrama juga telah ditanggung, Amran meminta mahasiswa tersebut menyimpan bantuan yang diterimanya untuk kebutuhan pendidikan.
“Udah, simpan saja, itu untuk beasiswa.”
Harlen Diminta Tidak Menyimpan Dendam
Amran juga berpesan agar Harlen tidak menyimpan dendam kepada ayahnya. Ia meminta mahasiswa tersebut tetap berprasangka baik dan terus mendoakan kedua orang tuanya.
“Doakan bapakmu yang tinggalkan, jangan dendam. Karena mungkin kesulitan sehingga dia cari rezeki. Kita berprasangka baik. Doakan ibumu yang sudah meninggal.”
Selain Harlen, Amran juga memberikan perhatian kepada mahasiswa penghafal Al-Qur’an serta sejumlah mahasiswa yatim piatu yang mengalami kesulitan ekonomi.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian agar keterbatasan ekonomi tidak menghambat generasi muda dalam memperoleh pendidikan dan mengejar masa depan.
Amran Minta Mahasiswa Tidak Mudah Menyerah
Di hadapan mahasiswa baru Unismuh, Amran berpesan agar kesulitan hidup tidak dijadikan alasan untuk menyerah. Menurutnya, tekanan dan perjuangan justru dapat membentuk karakter yang lebih kuat.
“Orang yang menderita, orang yang mendapat tekanan, itulah calon pendekar. Yang kita senangi di dunia adalah berlian, itu ada di perut bumi, tekanan 3.500 derajat Celsius. Anda mau jadi berlian atau lumpur. Anda berjuang, jangan pernah mengeluh.”
Amran juga menegaskan bahwa kesuksesan tidak ditentukan oleh latar belakang seseorang. Mahasiswa diminta percaya diri, bekerja keras, menjaga karakter, dan konsisten mengejar cita-cita.
“Sukses tidak mengenal latar belakang. Siapa pun berhak. Apalagi di Unismuh, Anda sudah digembleng. Jadi tergantung Anda.”
Ia berharap bantuan dan perhatian tersebut dapat menjadi penyemangat bagi Harlen dan mahasiswa lainnya untuk menyelesaikan pendidikan serta kelak memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.
“Ayo kita berjuang bersama untuk umat, bangsa, negara yang kita cintai.”
Catatan: Informasi ini dikutip dari situs resmi Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Senin (14/9/2026).






