Digigit Serangga? Ini Cara Mengatasi Gatal dan Bengkak di Rumah

oleh
Ilustrasi seseorang mengalami gigitan serangga pada kulit dan melakukan pertolongan pertama dengan membersihkan area yang terkena serta memberikan kompres dingin untuk membantu mengurangi gatal dan pembengkakan.
11.5K pembaca

Gigitan atau sengatan serangga bisa terjadi kapan saja, baik di dalam maupun di luar rumah. Keluhan yang muncul biasanya berupa bentol, kemerahan, gatal, nyeri, atau pembengkakan pada bagian kulit yang terkena.

Pada sebagian besar kasus ringan, keluhan dapat ditangani dengan pertolongan pertama di rumah. Namun, reaksi terhadap gigitan atau sengatan serangga pada setiap orang bisa berbeda. Karena itu, tanda-tanda reaksi berat perlu dikenali sejak awal.

Kementerian Kesehatan menyebut gigitan serangga dapat menimbulkan iritasi maupun reaksi alergi pada kulit, antara lain berupa bentol, kemerahan, dan rasa gatal.

Cara Mengatasi Gigitan Serangga di Rumah

Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan ketika kulit mengalami gatal dan bengkak setelah terkena serangga.

1. Bersihkan bagian yang terkena

Segera bersihkan area kulit dengan air dan sabun. Langkah ini membantu menjaga area tersebut tetap bersih dan mengurangi risiko masalah pada kulit.

2. Kompres dengan air dingin

Gunakan kompres dingin atau es yang dibungkus kain, kemudian tempelkan pada bagian yang bengkak selama beberapa waktu.

Kompres dingin dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan. Jika bagian tubuh yang terkena berada di lengan atau kaki, posisinya juga dapat ditinggikan untuk membantu mengurangi pembengkakan.

3. Jangan digaruk

Rasa gatal sering membuat seseorang ingin menggaruk bagian yang terkena. Namun, menggaruk dapat membuat kulit mengalami luka dan meningkatkan risiko infeksi.

Jika gatal cukup mengganggu, jangan memaksakan diri untuk menggaruk meskipun bentol terasa sangat gatal.

4. Periksa apakah ada sengat yang tertinggal

Pada sengatan serangga tertentu, seperti lebah, sengat dapat tertinggal di kulit. Jika terlihat, sengat dapat dilepas dengan hati-hati menggunakan kuku yang bersih, kartu bersih, atau alat yang sesuai.

Setelah itu, bersihkan kembali area tersebut dan berikan kompres dingin.

5. Amati kondisi tubuh

Jangan hanya memperhatikan bagian kulit yang terkena. Perhatikan juga apakah muncul keluhan lain setelah digigit atau disengat.

Reaksi alergi berat dapat ditandai dengan pembengkakan pada bibir, mulut, lidah atau tenggorokan, kesulitan bernapas, tenggorokan terasa menyempit, pusing berat, kebingungan, hingga pingsan. Kondisi seperti ini membutuhkan pertolongan medis segera.

Kapan Gigitan Serangga Harus Diperiksa?

Segera cari pertolongan medis jika pembengkakan atau kemerahan semakin parah, kulit terasa panas dan nyeri, muncul nanah, atau kondisi terus memburuk.

Pertolongan segera juga diperlukan apabila seseorang mengalami kesulitan bernapas, pembengkakan pada mulut atau tenggorokan, pusing berat, atau kehilangan kesadaran setelah gigitan atau sengatan.

Jika sengatan terjadi di bagian mulut, tenggorokan, atau dekat mata, pemeriksaan medis juga perlu dipertimbangkan karena lokasi tersebut memiliki risiko komplikasi yang lebih serius.

Tidak Semua Gigitan Berasal dari Serangga

Penting membedakan gigitan serangga dengan gigitan hewan. Jika yang menggigit adalah anjing, kucing, monyet, atau hewan lain yang berpotensi menularkan rabies, penanganannya berbeda.

Kementerian Kesehatan menganjurkan luka akibat gigitan atau cakaran hewan berisiko rabies segera dicuci menggunakan sabun atau deterjen dan air mengalir selama 15 menit, kemudian mendapatkan penanganan medis untuk menentukan kebutuhan vaksin atau tindakan lainnya.

Jangan Sepelekan Reaksi Setelah Gigitan

Gigitan nyamuk, semut, ulat berbulu, maupun sengatan lebah dan tawon dapat menimbulkan reaksi yang berbeda. Karena itu, jangan hanya berfokus pada cara menghilangkan bentol atau rasa gatal.

Yang paling penting adalah membersihkan bagian yang terkena, mengurangi pembengkakan dengan kompres dingin, tidak menggaruk, serta memantau munculnya gejala lain.

Jika muncul tanda reaksi alergi berat atau kondisi memburuk, jangan menunggu gejalanya hilang sendiri. Segera cari pertolongan medis.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan dokter. Penanganan dapat berbeda tergantung jenis serangga, kondisi luka, dan reaksi tubuh masing-masing.

Sumber: Kementerian Kesehatan RI dan NHS.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap