Kemenkes Pantau Kenaikan Aktivitas Influenza

oleh
Ilustrasi seseorang yang mengalami gejala influenza, seperti demam, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan.(Sumber: kemkes.go.id)
7K pembaca

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus memantau perkembangan influenza di Indonesia menyusul peningkatan aktivitas virus pada periode Agustus–September 2026.

Berdasarkan laporan surveilans hingga minggu epidemiologi ke-38 atau periode 20–26 September 2026, aktivitas influenza di Indonesia masih berada pada kategori rendah (low) dan dinilai masih terkendali. Namun, positivity rate influenza meningkat menjadi 58 persen, dari 48 persen pada minggu sebelumnya.

Kemenkes menyatakan peningkatan tersebut perlu direspons melalui penguatan surveilans dan kesiapsiagaan, bukan dengan kepanikan. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan kasus, karakteristik virus, serta tingkat keparahannya.

Data Kemenkes menunjukkan pemantauan influenza dilakukan melalui sejumlah fasilitas kesehatan sentinel, termasuk puskesmas, rumah sakit, serta balai atau laboratorium kesehatan.

Influenza A H1N1pdm09 Dominan

Pada minggu ke-37 yang menjadi bagian dari rangkaian data pemantauan terbaru, dari 199 spesimen yang diperiksa ditemukan 116 kasus positif influenza. Sebanyak 105 di antaranya merupakan Influenza A(H1N1)pdm09, tujuh kasus A(H3N2), dan empat kasus Influenza B Victoria.

Kemenkes juga mencatat kasus influenza paling banyak terdeteksi pada kelompok usia 0–4 tahun, yang mencapai 39 persen dari kasus influenza yang terdeteksi pada periode tersebut.

H3N2 Subclade K Tetap Dipantau

Selain influenza musiman, Kemenkes terus memantau Influenza A(H3N2) subclade K. Berdasarkan data hingga minggu ke-37 2026, total temuan subclade K sejak 2025 mencapai 188 kasus dan tersebar di 20 provinsi.

Khusus sepanjang 2026 hingga minggu ke-37, terdapat 22 kasus subclade K yang tersebar di enam provinsi. Temuan terbanyak tercatat di DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Papua Selatan.

Kemenkes juga telah menerbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Nomor PM.03.01/C/584/2026 tentang Penanggulangan Penyakit Influenza A(H3N2) Subclade K.

Istilah “superflu” yang beredar di masyarakat perlu dibedakan dari nomenklatur ilmiah. Dalam pemantauan resmi Kemenkes, virus tersebut disebut Influenza A(H3N2) subclade K.

Penggunaan Oseltamivir Tidak untuk Semua Pasien

Kemenkes mengingatkan bahwa sebagian besar kasus influenza dapat ditangani dengan perawatan suportif dan tidak selalu membutuhkan rawat inap.

Penggunaan antivirus, termasuk oseltamivir, perlu disesuaikan dengan kondisi pasien dan pertimbangan tenaga kesehatan. Penggunaan obat secara tidak tepat dan berlebihan dapat meningkatkan risiko resistansi antivirus.

Karena itu, masyarakat tidak dianjurkan menggunakan oseltamivir secara mandiri tanpa pemeriksaan dan rekomendasi tenaga kesehatan.

Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Kemenkes terus memperkuat surveilans influenza, kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, kapasitas laboratorium, serta komunikasi risiko kepada masyarakat.

Masyarakat juga diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker ketika sedang sakit atau berada di tempat ramai, menerapkan etika batuk dan bersin, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang memburuk.

Kelompok rentan, seperti bayi dan anak kecil, lanjut usia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit penyerta, perlu mendapatkan perhatian lebih karena memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi.

Dengan pemantauan dan pencegahan yang tepat, masyarakat diharapkan dapat menghadapi peningkatan aktivitas influenza tanpa kepanikan sekaligus tetap waspada terhadap perkembangan kasus.

Sumber: kemkes.go.id
Informasi ini dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Senin (28/9/2026).

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap