Laku Bakti Xiao, Dasar Kebajikan dalam Ajaran Khonghucu

oleh
Ilustrasi keluarga yang menunjukkan kasih sayang dan penghormatan anak kepada orang tua sebagai bagian dari laku bakti atau Xiao dalam ajaran Khonghucu.(Sumber: kemenag.go.id)
8.3K pembaca

Laku bakti atau Xiao merupakan salah satu nilai penting dalam ajaran Khonghucu. Laku bakti tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban anak memenuhi kebutuhan orang tua, tetapi juga menjadi dasar pembentukan karakter dan kebajikan.

Dalam ajaran Khonghucu, hubungan anak dengan orang tua menjadi tempat awal tumbuhnya sikap hormat, kasih sayang, tanggung jawab, dan kesusilaan.

Kitab Hau King memberikan tuntunan mengenai bagaimana seorang anak menjalankan bakti kepada orang tua. Nilai tersebut mencakup penghormatan ketika orang tua masih hidup, perhatian saat sakit, penghormatan ketika meninggal dunia, hingga pelaksanaan sembahyang dengan penuh kesungguhan.

Menghormati Orang Tua

Laku bakti pertama diwujudkan melalui sikap hormat kepada orang tua. Dalam Lunyu II:7, Nabi Kongzi mengingatkan bahwa merawat orang tua tidak cukup apabila tidak disertai rasa hormat.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa perhatian kepada orang tua bukan hanya berbentuk materi. Memberikan makanan, pakaian, uang, atau kebutuhan lainnya perlu disertai tutur kata yang baik, perhatian, dan penghargaan.

Sikap sederhana seperti berbicara dengan sopan, mendengarkan nasihat, tidak membentak, serta menjaga perasaan orang tua merupakan bagian dari laku bakti.

Merawat dan Membahagiakan Orang Tua

Bakti juga diwujudkan dengan menjaga kebahagiaan orang tua. Seorang anak perlu memperhatikan perilaku dan tindakannya agar tidak menjadi sumber kekhawatiran bagi keluarga.

Menjaga nama baik keluarga, hidup jujur, bertanggung jawab, menaati aturan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat merupakan bentuk nyata dari nilai tersebut.

Dengan demikian, seorang anak tidak hanya perlu bertanya mengenai apa yang telah diberikan kepada orang tua, tetapi juga apakah sikap dan perilakunya telah membuat orang tua merasa tenang dan bahagia.

Mendampingi Saat Orang Tua Sakit

Kasih sayang kepada orang tua semakin penting ketika mereka mengalami sakit. Anak dapat menunjukkan bakti dengan mendampingi, membantu kebutuhan pengobatan, memberikan semangat, dan mendoakan kesembuhan.

Kehadiran seorang anak di sisi orang tua dapat menjadi bentuk perhatian yang sangat berarti.

Karena itu, kasih sayang sebaiknya tidak menunggu orang tua sakit. Selama orang tua masih bersama, waktu dan perhatian sepatutnya diberikan dengan sebaik-baiknya.

Menghormati Ketika Orang Tua Berpulang

Kehilangan orang tua menjadi pengalaman berat bagi seorang anak. Ajaran Khonghucu menekankan pentingnya menunjukkan rasa duka dan penghormatan secara wajar ketika orang tua meninggal dunia.

Namun, laku bakti tidak berhenti pada masa kedukaan. Nilai dan teladan baik yang diwariskan orang tua dapat terus dilanjutkan melalui kehidupan anak.

Menjadi pribadi yang baik, menjaga nama keluarga, serta meneruskan nilai kebajikan merupakan salah satu cara untuk mengenang jasa orang tua.

Sembahyang dengan Penuh Hormat

Laku bakti juga diwujudkan melalui sembahyang. Nabi Kongzi dalam Lunyu II:5 mengajarkan pentingnya melayani orang tua ketika hidup dan memberikan penghormatan sesuai kesusilaan ketika mereka telah meninggal dunia.

Sembahyang menjadi salah satu bentuk penghormatan dan pengingat atas jasa orang tua. Namun, nilai tersebut seharusnya berjalan seiring dengan perilaku sehari-hari.

Penghormatan kepada orang tua tidak akan bermakna apabila seseorang masih membiasakan diri berkata kasar, berbohong, atau melakukan tindakan yang membuat keluarga kecewa.

Laku Bakti Dimulai dari Keluarga

Laku bakti atau Xiao pada akhirnya bukan sekadar kewajiban anak kepada orang tua. Nilai tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan manusia yang memiliki cinta kasih, rasa hormat, tanggung jawab, dan kesusilaan.

Kebajikan yang tumbuh dalam keluarga diharapkan dapat berkembang menjadi sikap menghormati dan mengasihi sesama di tengah masyarakat.

Karena itu, setiap orang dapat mulai bertanya kepada dirinya sendiri: sudahkah kehadirannya menjadi sumber kebahagiaan bagi orang tua?

Waktu bersama orang tua tidak selalu tersedia selamanya. Karena itu, laku bakti perlu diwujudkan ketika kesempatan masih ada, melalui perhatian, penghormatan, kasih sayang, dan tindakan nyata.

Sebagaimana nilai yang diajarkan dalam Hau King, laku bakti merupakan dasar kebajikan dan bagian penting dalam kehidupan umat Khonghucu.

Semoga laku bakti dapat menumbuhkan kebajikan dalam diri, keluarga, dan masyarakat.

Wei De Dong Tian. Shanzai.

Sumber: kemenag.go.id

Catatan: Informasi ini dikutip dari situs resmi Kementerian Agama Republik Indonesia, Selasa (29/9/2026).

Penulis: Erlangga (Pakin Jawa Tengah, Makin Lasem)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap