Gunung Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 900 Meter

oleh
Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Selasa (6/10/2026) pagi dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 900 meter di atas puncak. Aktivitas vulkanik Semeru masih dipantau dan masyarakat diminta menjauhi kawasan rawan bencana.(Foto: PVMBG/ANTARA.)
378 pembaca

Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi pada Selasa (6/10/2026) pagi. Kolom letusan mencapai sekitar 900 meter di atas puncak. Aktivitas gunung api masih tinggi dan masyarakat diminta menjauhi kawasan rawan bencana.

Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas erupsi pada Selasa pagi, 6 Oktober 2026. Erupsi tercatat terjadi pukul 05.29 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 900 meter di atas puncak atau mencapai 4.576 meter di atas permukaan laut.

Menurut laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, kolom abu vulkanik terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur laut.

Erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 21 milimeter dan durasi 135 detik. Sebelumnya, pada pukul 02.03 WIB, Semeru juga mengalami erupsi yang tidak terlihat secara visual karena tertutup kabut.

22 Kali Letusan dalam Enam Jam

Aktivitas Semeru terpantau cukup tinggi. Berdasarkan laporan pengamatan periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, tercatat 22 kali letusan.

Selain letusan, seismograf juga merekam sembilan kali gempa guguran, empat kali gempa hembusan, dan dua kali tremor harmonik. Sejumlah letusan disertai suara gemuruh dengan intensitas lemah hingga kuat.

Kondisi tersebut membuat aktivitas Gunung Semeru masih harus dipantau secara ketat oleh petugas.

Warga Diminta Menjauhi Zona Bahaya

Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Warga juga diminta menjauhi sempadan sungai sejauh 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar.

Petugas juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang sungai atau lembah yang berhulu di kawasan puncak Semeru.

Wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari petugas. Informasi aktivitas gunung api dapat dipantau melalui MAGMA Indonesia dan Badan Geologi Kementerian ESDM.

Sumber Berita

ANTARA News: Semeru erupsi dengan tinggi letusan 900 meter

Badan Geologi Kementerian ESDM: GeoHazard Badan Geologi

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap