UKW PWI Jaya Angkatan ke-66 Ditutup, Wartawan Diminta Jaga Profesionalisme

oleh
Direktur UKW PWI Pusat Dr. Aat Surya Safaat bersama jajaran PWI Jaya saat penutupan UKW PWI Jaya Angkatan ke-66 di Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2026).
3.4K pembaca

Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Jaya Angkatan ke-66 resmi ditutup pada Selasa (6/10/2026). Dari 21 peserta yang mengikuti ujian, sebanyak 20 peserta dinyatakan kompeten.

Penutupan UKW dilakukan Direktur UKW PWI Pusat, Dr. Aat Surya Safaat, di Ruang Serbaguna Besar Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut berlangsung sejak Senin (5/10/2026).

Dengan tambahan 20 wartawan yang dinyatakan kompeten dalam UKW Angkatan ke-66 PWI Jaya, jumlah wartawan kompeten yang tercatat dari PWI Pusat mencapai 21.123 orang.

UKW PWI Jaya Angkatan ke-66 terbagi dalam lima kelas, terdiri atas empat kelas kategori muda dan satu kelas kategori madya. Empat penguji kategori muda masing-masing Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo, Asro Kamal Rokan, Rabiatun Drakel, dan Tb. Adhi.

Sementara itu, kategori madya diuji Theo M. Yusuf. Kategori ini diikuti empat peserta, termasuk Irwan yang berasal dari Ternate, Maluku Utara.

Sri Mawarti Syarif, M.A.P. dari LPP RRI Bengkalis, Riau, turut menjadi penguji magang di kelas yang diampu Kesit Budi Handoyo.

Pelaksanaan UKW PWI Jaya Angkatan ke-66 berjalan lancar dengan dukungan sejumlah pihak, termasuk PT Astra International dan Nendia Primarasa.

Kompetensi Bukan Sekadar Sertifikat

Direktur UKW PWI Pusat Aat Surya Safaat mengatakan UKW merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme wartawan. Melalui uji kompetensi, wartawan diharapkan memahami standar kerja jurnalistik serta tanggung jawab profesinya.

Pesan tersebut juga disampaikan Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo dalam sambutan penutupan. Ia mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian ujian hingga selesai.

“Alhamdulillah, kami sudah selesai. Teman-teman yang kemarin wajahnya begitu tegang, sekarang kelihatannya sudah lebih lepas,” ujar Kesit.

Kesit mengucapkan selamat kepada peserta yang dinyatakan kompeten. Sementara bagi peserta yang belum kompeten, ia mengingatkan bahwa masih tersedia kesempatan untuk mengikuti ujian ulang enam bulan mendatang.

Menurut Kesit, predikat kompeten bukanlah akhir perjalanan seorang wartawan. Sebaliknya, status tersebut membawa tanggung jawab yang lebih besar dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Dengan sudah kompeten berarti tanggung jawabnya semakin besar sebagai wartawan. Tugas utama Anda adalah bagaimana memberikan informasi sebenar-benarnya, informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan tentu saja harus terverifikasi,” tegasnya.

Ia menekankan agar kompetensi tidak berhenti pada sertifikat. Kemampuan dan pengetahuan yang diperoleh dalam UKW harus diterapkan dalam praktik jurnalistik sehari-hari.

“Jadilah wartawan yang profesional. Setelah kompeten, ciptakan pers yang bermanfaat,” pesannya.

Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik

Direktur UKW PWI Pusat Aat Surya Safaat juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas dan integritas profesi kewartawanan.

Menurutnya, wartawan tidak cukup hanya memiliki kemampuan menulis. Seorang wartawan juga harus memahami tanggung jawab jurnalistik, menjaga etika, serta terus meningkatkan kapasitas di tengah perubahan industri media.

Kompetensi wartawan, kata dia, bukan sekadar pengakuan formal. Kompetensi merupakan bagian dari proses membangun kepercayaan masyarakat terhadap pers.

Para peserta yang telah dinyatakan kompeten diharapkan mampu menerapkan prinsip jurnalistik dalam setiap karya, terutama menyangkut verifikasi, akurasi, independensi, etika, dan kepentingan publik.

Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Jakarta yang telah mendukung dan menyediakan fasilitas untuk pelaksanaan UKW.

Apresiasi turut diberikan kepada panitia, pengurus PWI Jaya, PWI Pusat, para penguji, serta seluruh pihak yang mendukung kelancaran kegiatan.

Penutupan UKW PWI Jaya Angkatan ke-66 turut dihadiri Sekretaris PWI Jaya Arman Suparman, Bendahara PWI Jaya Dar Edi Yoga, Wakil Sekretaris PWI Jaya Haresti, Ketua Pokja Kantor Wali Kota Jakarta Pusat Helmi A.R., serta jajaran pengurus dan panitia.

Berakhirnya UKW Angkatan ke-66 menjadi awal bagi para peserta untuk membuktikan kompetensi melalui karya jurnalistik yang akurat, terverifikasi, independen, beretika, dan bermanfaat bagi masyarakat.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap