Menkes: Sektor Kesehatan Berpotensi Tumbuh di Atas 8 Persen

oleh
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pandangan mengenai peluang investasi dan pengembangan industri kesehatan dalam forum KADIN Monthly Economic Diplomatic Breakfast di Jakarta.(Sumber: kemkes.go.id)
2.8K pembaca

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai sektor kesehatan memiliki peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja di Indonesia. Dengan nilai belanja kesehatan sekitar 40 miliar dolar AS per tahun, sektor ini dinilai berpotensi menarik investasi dan memperluas kerja sama internasional.

Hal tersebut disampaikan Budi dalam forum KADIN Monthly Economic Diplomatic Breakfast (K-MEd) yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Menurut Budi, sektor kesehatan berpeluang mencatat pertumbuhan lebih dari 8 persen, termasuk dalam penciptaan lapangan kerja. Karena itu, pemerintah mendorong peningkatan investasi agar potensi ekonomi sektor tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

Belanja Kesehatan Jadi Peluang Investasi

Budi menjelaskan, peningkatan belanja kesehatan Indonesia hingga mendekati tingkat negara lain dapat membuka peluang ekonomi yang besar.

Ia menyebut, apabila belanja kesehatan Indonesia mencapai tingkat Malaysia, terdapat potensi tambahan belanja sekitar 84 miliar dolar AS. Sementara itu, jika menyamai tingkat Singapura, potensinya diperkirakan mencapai 840 miliar dolar AS per tahun.

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa kesehatan tidak semata-mata berkaitan dengan pengeluaran, tetapi juga dapat menjadi investasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah pun mendorong pengembangan industri kesehatan di dalam negeri agar manfaat investasi dapat dirasakan melalui peningkatan kapasitas industri, penyerapan tenaga kerja, dan penguatan perekonomian nasional.

Pemerintah Dorong Industri Kesehatan Nasional

Budi menekankan bahwa pertumbuhan sektor kesehatan tidak seharusnya hanya bergantung pada belanja pemerintah. Investasi swasta dan kerja sama dengan mitra internasional juga diperlukan untuk memperkuat industri kesehatan nasional.

Pengembangan sektor ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia.

Kolaborasi dengan investor asing juga dinilai dapat membuka peluang pengembangan industri dan memperluas akses terhadap sumber daya yang mendukung layanan kesehatan.

Menkes Dorong Representasi Global South

Selain membahas investasi, Budi menyoroti pentingnya memperkuat peran negara-negara Global South dalam organisasi internasional.

Menurutnya, negara-negara Global South mencakup lebih dari 60 persen populasi dunia, tetapi keterwakilannya dalam sejumlah organisasi internasional dinilai belum sebanding dengan jumlah penduduknya.

Budi mengatakan dirinya diminta Presiden untuk mewakili kepentingan negara-negara tersebut dan menyuarakan aspirasi mereka dalam forum internasional.

Ia juga mengingatkan bahwa pengalaman pandemi COVID-19 menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas negara. Keterhubungan masyarakat dunia membuat penanganan krisis kesehatan membutuhkan kerja sama, bukan hanya mengandalkan kemampuan masing-masing negara.

Kadin Dukung Kolaborasi Investasi

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie sependapat bahwa sektor kesehatan dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Anindya, pengembangan sektor ini berpotensi mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia dari sekitar 5 persen menuju 6 persen, 7 persen, hingga 8 persen.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan komunitas diplomatik untuk mengoptimalkan peluang investasi serta memperkuat hubungan perdagangan internasional.

Forum K-MEd menjadi wadah bagi pemerintah, pelaku usaha, dan perwakilan diplomatik untuk membahas peluang kerja sama ekonomi. Melalui kolaborasi tersebut, sektor kesehatan diharapkan dapat berkontribusi lebih besar terhadap investasi, penguatan industri nasional, dan penciptaan lapangan kerja di Indonesia.

Sumber: kemkes.go.id

Catatan: Informasi ini dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jumat (9/10/2026).

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap