Ketua Umum Pengurus Pusat Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Sa-dunia, H. Sahbirin Noor atau Paman Birin, membuka Pra Kongres II KBB Sa-dunia di Amaryllis Boutique & Resort, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin malam (26/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada 26–28 Oktober 2026 ini menjadi momentum konsolidasi masyarakat Banjar dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri untuk memperkuat organisasi, menjaga persaudaraan, serta melestarikan budaya Banjar.
Mengusung tema “Konsolidasi KBB Sa-dunia: Menata Organisasi, Menyatukan Langkah, Meneguhkan Arah”, Pra Kongres menjadi forum untuk menyatukan gagasan dan mempersiapkan program kerja organisasi menjelang Kongres KBB Sa-dunia.
Dalam sambutannya, Paman Birin mengajak ratusan peserta melakukan sujud syukur atas turunnya hujan di Kalimantan Selatan atau Banua. Ia berharap hujan tersebut dapat membantu mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Mari kita sujud syukur sebagai rasa terima kasih kepada Allah karena di Banua sudah mulai turun hujan. Di mana pun kita berada, kita harus tetap ingat dengan Banua,” ujar Paman Birin.
Ia menegaskan, persiapan yang matang melalui Pra Kongres diperlukan agar Kongres mendatang menghasilkan keputusan dan program yang bermanfaat bagi kemajuan organisasi.
“Insyaallah, yang kita hajatkan terkabul di Kongres nanti,” katanya.
Paman Birin juga mengapresiasi kehadiran pengurus KBB dari berbagai wilayah di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Menurutnya, semangat gotong royong dalam menyukseskan kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya persaudaraan dan kecintaan masyarakat Banjar terhadap tanah leluhur.
Ia meminta seluruh pengurus menyusun program kerja berdasarkan kemampuan organisasi dan menghindari kegiatan yang berada di luar kapasitas.
“Jangan dipaksakan kalau tidak mampu,” tuturnya.
Menurut Paman Birin, KBB Sa-dunia perlu dikelola secara sederhana, tetapi tetap memiliki arah dan tujuan yang jelas agar mampu bertahan dalam jangka panjang. Dengan begitu, semangat perjuangan masyarakat Banjar dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.
Ia juga mengingatkan bahwa cita-cita “Bergerak Banjar Menjemput Dunia” bukan berarti meninggalkan identitas dan akar budaya Banjar. Sebaliknya, kekuatan budaya harus menjadi bekal masyarakat Banjar untuk berkembang dan memberikan kontribusi lebih luas.
“Urang Banjar harus mampu berdiri tegak di mana pun berada, menjadi bagian dari kemajuan, serta menghadirkan manfaat bagi lingkungan, bangsa, dan dunia,” ungkapnya.
Pada akhir sambutannya, Paman Birin menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, yang menyatakan kesiapan Banjarbaru menjadi tuan rumah Kongres KBB Sa-dunia.
Siap Jadi Tuan Rumah
Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, menegaskan kesiapan daerahnya menjadi tuan rumah Kongres KBB Sa-dunia. Ia menyatakan pemerintah kota siap menyambut warga keturunan Banjar dari berbagai wilayah di Indonesia maupun luar negeri.
“Kami siap menyambut pian-pian warga keturunan Banjar seluruh Indonesia dan luar negeri di Kongres KBB Sa-dunia,” ujar Lisa Halaby.
Ia berharap Kongres tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi, menjaga adat dan budaya Banjar, serta memperluas jejaring masyarakat Banjar. Penguatan sumber daya manusia juga dinilai penting agar warga Banjar dapat berperan lebih besar di tingkat nasional dan internasional.
Pra Kongres II KBB Sa-dunia dihadiri pengurus wilayah dari berbagai daerah di Indonesia. Perwakilan luar negeri yang hadir antara lain Wakil Presiden Pertumbuhan Banjar Malaysia, H. Jamaluddin Asari, serta Wakil Presiden Dewan Perniagaan Melayu Malaysia, Datuk Insinyur Kamarulafi, yang datang bersama rombongan berjumlah delapan orang.
Perwakilan KBB Singapura, Lina Fahrianti, turut hadir bersama suaminya.
Sejumlah tokoh lainnya yang menghadiri kegiatan tersebut antara lain anggota DPRD Kalimantan Selatan Rosehan Noor Bahri, Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby, Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval F., anggota DPRD Banjar Hj. Helda Rina, serta sejumlah tokoh masyarakat Banjar.
Sekretaris Jenderal KBB Sa-dunia, Dr. Taufik Arbain, menjelaskan bahwa rapat Pra Kongres pada Selasa (27/10/2026) difokuskan pada sejumlah agenda internal organisasi.
Pembahasan meliputi penyempurnaan administrasi kepesertaan, verifikasi keabsahan kepengurusan di setiap wilayah, evaluasi organisasi, serta penyusunan draf usulan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Melalui konsolidasi tersebut, KBB Sa-dunia berupaya memperkuat tata kelola organisasi dan menyatukan langkah masyarakat Banjar di berbagai wilayah.
Komitmen ini sejalan dengan semboyan “Urang Banjar, Satu Hati di Mana Pun Berada”. KBB Sa-dunia diharapkan terus menjadi wadah persaudaraan, pelestarian budaya, dan penguatan peran masyarakat Banjar untuk memberikan kontribusi nyata bagi Banua, Indonesia, dan dunia. (Simon)






