8 Tanda HP Diretas yang Perlu Diwaspadai, Kenali Sebelum Data Pribadi Dicuri

oleh
Ilustrasi seseorang memeriksa keamanan ponsel yang menunjukkan aktivitas mencurigakan. Pengguna diimbau mengenali tanda-tanda kemungkinan peretasan untuk melindungi data pribadi dan akun digital.(Ilustrasi AI/Dok. SketsindoNews.com).
6K pembaca

Pengguna telepon seluler perlu mewaspadai sejumlah tanda yang dapat mengindikasikan ponsel diretas atau disusupi aplikasi berbahaya. Gangguan seperti baterai cepat habis, ponsel mendadak panas, hingga muncul aplikasi asing bisa menjadi petunjuk adanya aktivitas yang tidak biasa.

Ponsel saat ini menyimpan berbagai informasi penting, mulai dari data pribadi, foto, percakapan, akun media sosial, hingga akses ke layanan perbankan digital. Karena itu, keamanan perangkat perlu diperhatikan agar informasi sensitif tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Meski demikian, tidak semua gangguan pada ponsel menandakan peretasan. Baterai yang cepat habis, misalnya, juga bisa disebabkan usia baterai atau aplikasi yang berjalan di latar belakang.

Berikut delapan tanda HP yang perlu diwaspadai dan langkah yang dapat dilakukan untuk memeriksa keamanannya.

1. Baterai HP Mendadak Cepat Habis

Baterai yang biasanya mampu bertahan seharian tetapi mendadak cepat habis perlu diperiksa.

Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah aplikasi yang menjalankan aktivitas berlebihan di latar belakang, termasuk aplikasi yang tidak dikenal.

Pengguna dapat memeriksa penggunaan baterai melalui menu pengaturan untuk mengetahui aplikasi yang paling banyak mengonsumsi daya.

2. HP Sering Panas Meski Tidak Digunakan

Ponsel yang terasa panas ketika tidak sedang menjalankan aplikasi berat juga perlu diperhatikan.

Kondisi tersebut dapat disebabkan proses aplikasi di latar belakang, pembaruan sistem, masalah baterai, atau aktivitas perangkat lunak yang mencurigakan.

Periksa aktivitas aplikasi dan penggunaan daya sebelum menyimpulkan bahwa perangkat telah diretas.

3. Muncul Aplikasi Asing yang Tidak Pernah Diinstal

Kemunculan aplikasi yang tidak pernah diunduh atau dipasang sendiri merupakan salah satu tanda yang patut diwaspadai.

Aplikasi berbahaya dapat menyalahgunakan izin untuk mengakses informasi pribadi, pesan, notifikasi, kamera, atau mikrofon.

Periksa daftar aplikasi yang terpasang dan hapus aplikasi mencurigakan setelah memastikan aplikasi tersebut bukan bagian dari sistem perangkat.

4. Penggunaan Kuota Internet Meningkat Tidak Wajar

Jika penggunaan data internet meningkat drastis tanpa perubahan kebiasaan pemakaian, pengguna sebaiknya memeriksa aplikasi yang menghabiskan kuota.

Aktivitas aplikasi di latar belakang dapat menjadi salah satu penyebab peningkatan penggunaan data.

Periksa statistik penggunaan data untuk mengetahui aplikasi yang menggunakan koneksi internet paling besar.

5. Muncul Iklan dan Pop-up yang Mengganggu

Iklan yang terus muncul meskipun pengguna tidak sedang membuka aplikasi tertentu dapat menjadi indikasi adanya aplikasi adware atau perangkat lunak yang tidak diinginkan.

Jangan sembarangan menekan iklan, tautan, atau tombol unduhan yang muncul. Tutup halaman mencurigakan dan periksa aplikasi yang baru dipasang.

6. Akun Media Sosial Mengirim Pesan Tanpa Sepengetahuan Pemilik

Jika teman menerima pesan, tautan, atau unggahan dari akun Anda tanpa pernah mengirimkannya, segera lakukan pemeriksaan.

Kondisi tersebut bisa menunjukkan akun telah diakses pihak lain, meskipun belum tentu ponsel yang diretas.

Periksa riwayat aktivitas masuk, perangkat yang terhubung, serta ubah kata sandi akun melalui perangkat yang aman.

7. Muncul Kode OTP atau Pemberitahuan Login yang Tidak Diminta

Menerima kode OTP, kode verifikasi, atau pemberitahuan percobaan masuk yang tidak pernah diminta merupakan peringatan penting.

Jangan memberikan kode tersebut kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku sebagai petugas layanan pelanggan.

Periksa keamanan akun dan segera ubah kata sandi jika ditemukan aktivitas masuk yang tidak dikenal.

8. Pengaturan HP Berubah Tanpa Sepengetahuan Pengguna

Perubahan izin aplikasi, pengaturan keamanan, VPN, akses administrator perangkat, atau pengaturan akun yang tidak pernah dilakukan sendiri perlu diperiksa.

Pada beberapa kasus, aplikasi berbahaya dapat memanfaatkan izin tertentu untuk memperoleh akses lebih luas terhadap perangkat.

Periksa kembali aplikasi yang memiliki izin sensitif dan cabut akses yang tidak diperlukan.

Cara Memeriksa dan Mengamankan HP dari Dugaan Peretasan

Jika menemukan beberapa tanda mencurigakan, masyarakat tidak perlu langsung panik. Ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penyalahgunaan data.

1. Periksa aplikasi menggunakan Google Play Protect

Bagi pengguna Android, buka Google Play Store, ketuk ikon profil, pilih Play Protect, kemudian jalankan pemindaian.

Google Play Protect dapat mendeteksi aplikasi yang berpotensi membahayakan dan memberikan peringatan kepada pengguna.

2. Hapus aplikasi yang mencurigakan

Periksa daftar aplikasi yang terpasang. Jika menemukan aplikasi yang tidak dikenal, pastikan terlebih dahulu bahwa aplikasi tersebut bukan aplikasi bawaan sistem sebelum menghapusnya.

3. Perbarui sistem operasi dan aplikasi

Gunakan pembaruan resmi dari produsen perangkat dan toko aplikasi terpercaya. Pembaruan dapat membawa perbaikan keamanan untuk mengatasi celah yang diketahui.

4. Ganti kata sandi akun penting

Jika terdapat indikasi akun telah diakses pihak lain, segera ganti kata sandi email, media sosial, dan akun penting lainnya melalui perangkat yang dipastikan aman.

Gunakan kata sandi berbeda untuk setiap akun dan aktifkan autentikasi dua faktor.

5. Periksa perangkat yang terhubung ke akun

Tinjau daftar perangkat yang memiliki akses ke akun Google, Apple, dan media sosial. Keluarkan perangkat yang tidak dikenal serta akhiri sesi login yang mencurigakan.

6. Hubungi bank jika ada aktivitas transaksi mencurigakan

Jika menemukan transaksi yang tidak dikenal atau menduga akses mobile banking disalahgunakan, segera hubungi bank melalui kanal resminya untuk meminta pengamanan rekening.

7. Lakukan reset pabrik jika diperlukan

Apabila masalah tetap terjadi dan terdapat indikasi kuat perangkat terinfeksi, reset pabrik dapat dipertimbangkan setelah bukti penting diamankan dan data dicadangkan dengan hati-hati.

Pastikan aplikasi dipasang kembali hanya dari sumber resmi. Jika tidak yakin, mintalah bantuan teknisi atau pusat layanan resmi.

Jangan Tunggu Data Pribadi Disalahgunakan

Keamanan ponsel bukan hanya berkaitan dengan perangkat, tetapi juga perlindungan identitas dan informasi pribadi penggunanya.

Masyarakat sebaiknya tidak sembarangan mengunduh aplikasi dari tautan pesan, membuka lampiran mencurigakan, atau memberikan kode OTP kepada orang lain.

Google dan Apple juga menyediakan panduan resmi untuk membantu pengguna mengenali aktivitas mencurigakan serta mengamankan akun.

Dengan melakukan pemeriksaan secara berkala, memperbarui perangkat, dan menggunakan fitur keamanan yang tersedia, risiko pencurian data melalui ponsel dapat dikurangi.

Kesimpulannya, baterai cepat habis atau ponsel panas bukan bukti pasti HP diretas. Namun, jika disertai aplikasi asing, aktivitas akun tidak dikenal, atau perubahan pengaturan tanpa izin, pengguna perlu segera melakukan pemeriksaan keamanan.

Sumber Referensi:

  1. Google – Menggunakan Google Play Protect untuk menjaga keamanan aplikasi Android:
    https://support.google.com/googleplay/answer/2812853?hl=id
  2. Google – Mengamankan Akun Google:
    https://support.google.com/accounts/answer/6294825?hl=id
  3. Apple – Jika merasa Akun Apple telah diretas:
    https://support.apple.com/id-id/102560
  4. Apple – Memeriksa perangkat yang terhubung dengan Akun Apple:
    https://support.apple.com/id-id/102649
  5. Google – Memeriksa dan mengelola perangkat yang memiliki akses ke Akun Google:
    https://myaccount.google.com/device-activity

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap