Jakarta, sketsindonews – Badan pendidikan dan pelatihan (Badikllat) Kejaksaan RI di Jalan di RM Harsono, Ragunan Jakarta Selatan merupakan kawah candradimuka bagi para calon jaksa agar menjadi jaksa untuk memiliki karkater pribadi yang kuat, terlatih serta tangkas menghadapi perubahan zaman.
Di Era revolusi industri 4.O, Badiklat Kejaksaan RI dibawah komando Setia Untung Arimuladi, menjadi acuan lembaga penegak hukum beberapa negara, semisal perwakilan jaksa dari Kazakhtan dan Singapura, yang telah mengunjungi Badiklat Kejaksaan RI.
Pertemuan Badiklat dan IDLO
Kini delegasi dari Internasional Developmemt Law Organizatiom (IDLO), mendatangi Badiklat Adhyaksa RI. IDLO merupakan organisasi antarpemerintah yang berdiri sejak 1983 dan berkantor pusat di Roma, Italia dan juga di Den Haag, Belanda.
IDLO memiliki tujuan agar setiap masyarakat di dunia memiliki akses kepada keadilan melalui misi “rule of law”.Sekedar diketahui, IDLO adalah kolega dari INLEA, yang merupakan organisasi Internasional antar pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesadaran hukum.
Organisasi ini telah bekerja sama dengan banyak pihak, serta memiliki anggota 34 negara yang tersebar dari Benua Asia hingga Amerika.
Kehadiran IDLO menurut Kepala Badiklat RI, Setia Untung Arimuladi berkat peran serta International Narcotics and Law Enforcement Affairs (INLEA) atau Kantor Anti Narkotika dan Penegakan Hukum U.S. Embassy Jakarta, pada Kedutaan Besar Amerika Serikat.

“Dalam kesempatan pertemuan kali ini, perwakilan IDLO dan Badiklat RI membahas rencana kerjasama terkait dengan kegiatan-kegiatan kediklatan di Badiklat RI dalam mewujudkan pusat pendidikan berbasis digital,” ujar Setia Untung dalam rilisnya Kamis (29/8) malam.
Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Bilateral Metting Badiklat Kejaksaan RI. Tampak hadir dari perwakilan IDLO yakni Mr.Ted Hill, Mr.Peter de Meij dan Kim Penland serta Direktur INLEA Lya Nugrahsari.
Menurut Setia Untung, MR. Ted Hill dalam diskusinya menyampaikan pihaknya menghargai kemitraan dalam pengembangan sistem manajemen pendidikan dan sumber daya manusia berbasis informasi teknologi.
“Kami sangat menghargai kemitraan yang terjalin dengan Badiklat Kejaksaan RI dan sangat senang dapat membantu dalam mengembangkan rencana sistem manajemen pendidikan berbasis digital,” kata Ted Hill dalam diskusinya.
Karena itu Setia Untung, menyampaikan apresiasinya dan ucapan terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya, kepada delegasi IDLO yang difasilitasi oleh INLEA, khususnya dalam upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam kegiatan proses belajar mengajar berbasis digital IT dalam mewujudkan “Learning Centre For The Fourth Industrial Revolution” sesuai tigline Badiklat Kejaksaan RI “the spirit of change”
Setia Untung menjelaskan kunjungan resmi INLEA dan IDLO berdasarkan surat permohonan audensi No. Surat : INL-01/08/21/2019 yang disampaikan langsung Kedutaan Besar Amerika Serikat melalui Kantor Anti Narkotika dan Penegakan Hukum U.S. Embassy Jakarta, pada Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Surat itu ditujukan Kepada Setia Untung Arimuladi selaku Kepala Badiklat Kejaksaan Republik Indonesia. “Menyampaikan penghargaannya kepada Kejaksaan Republik Indonesia, sekaligus menjunjung kerja sama bilateral antara kedua belah negara,”kata Kim Penland dalam suratnya.
Pada puncak pertemuan itu dilakukan pemberian cindera mata berupa plakat Adhyaksa dan profile Badiklat Kejaksaan RI dari Setia Untung Arimuladi sebagai Kaban Diklat kepada perwakilan IDLO dan rombongan.
Sofyan Hadi







