Fenomena di Jalan Strategis Mulai Manusia Silver, Pak Ogah Hingga Manusia Kardus Bermunculan

oleh
21.5K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Kondisi pandemi Covid-19, Kembali jalan staetegis Kota Jakarta Pusat di hiasi fenomena “manusia silver”, pengamen jalanan, manusia kardus serta pak “ogah” muncul di rambu – rambu lintas untuk mengais rezeki.

Pantauan sketsindonews.com, Senin (19/10/20) jelas mereka tidak ditertibkan pihak oleh pihak perintah daerah provinsi DKI Jakarta terkait ganguan lalu lintas jalan atas prilaku para pengais rezeki tersebut.

Untuk manusia kardus jelang malam hari mereka menempati emperan toko untuk menetap atau menjadi lapak sementara melepas lelah.

Gambar

Menurut salah satu warga, Rochman (34) ketika ditanya kondisi ini terjadi karena mereka perlu mencari rezeki dalam kondisi pandemi yang tak menentu, namun yang disayangkan yakni sikap “pak ogah” dikawasan Tanah Abang seperti Jalan Jati Bundar Raya hingga KH. Mas Mansyur yang sedikit memaksa hingga membuat para pelintas kurang nyaman.

“Ini perlu ditertibkan bila benar menganggu lintas jalan menggangu ketertiban umum, padahal kawasan itu banyak petugas aparatur baik Kepolisian, Trantib, Dishub untuk memberikan kenyamanan warga jakarta,” kata Rochman.

Dilain pihak seorang pengendara driver Ridwan (43) mengatakan, banyak titik pengkolan lalu lintas dan selalu ada pak ogah mengatur lalin. “Kami akui banyak terbantu walau kasih koin recehan dan kami selalu sediakan di mobil,” ujarnya.

“Jujur saja mereka banyak membantu putaran dalam mengatur lalu lintas, dan yang harus ditertibkan sebenarnya para pengamen jalanan di lampu merah yang sering menghampiri serta memaksa meminta untuk ditertibkan aparatur,” tutupnya.

(Nanorame)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap