Ancam Teror Bom, Anggota Grup WhatsApp ‘Suara Rakyat Karduluk’ Dipolisikan

oleh
54.7K pembaca

Sumenep, sketsindonews – Salah satu anggota grup WhatsApp ‘Suara Rakyat Karduluk’ di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, dilaporkan ke polisi. Penyebabnya, akun yang diketahui memakai nama anonim ‘Ken Arok’ melontarkan pesan ancaman teror bom kepada sejumlah panitia pilkades.

Laporan diterima polisi di SPKT Polres Sumenep dengan nomor laporan: LP/B/175/VII/2021/SPKT/POLRES SUMENEP/POLDA JAWA TIMUR pada tanggal 29 Juli 2021, dengan pelapor atas nama Ketua Panitia Pilkades Karduluk Khatibul Umam.

Pelapor melaporkan pengancam teror bom dengan menggunakan UU ITE yakni Pasal 45 ayat (4) Jo Pasal 27 ayat (4) atau Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2). Bunyi pasalnya tindak pidana pengancaman melalui medsos atau setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian.

Gambar

Saat proses laporan, Khatibul Umam tidak sendirian, ia didampingi Kuasa Hukumnya Sulaisi Abdurrazaq setya sejumlah panitia teras. Di lokasi mereka tidak memakan waktu lama, polisi langsung memproses laporan administrasinya.

“Didampingi teman-teman panitia lain, kami melaporkan resmi pengancam teror bom. Berharap situasi panik warga desa bisa diusut polisi,” kata Umam pasca pelaporan, Kamis (29/7/21).

Sementara itu Kuasa Hukum Panitia Sulaisi Abdurrazaq mengatakan, sebenarnya narasi ancaman teror bom tersebut berada di sebuah gru WhatsApp ‘Suara Rakyat Karduluk’ dengan admin Fatir Jr. Ancaman ini diketahui setelah di antara panitia ada yang bergabung di grup tersebut.

“Narasi ancaman itu memakai nama ‘Ken Arok’, namun setelah saya klarifikasi ke teman panitia, ternyata mereka juga tidak mengenalnya pihak bersangkutan,” terang Sulaisi.

Agar tidak menimbulkan konflik polemik, Sulaisi pun atas permintaan panitia meminta insiden tersebut untuk dibawa ke ranah hukum. Sebab akibat ancaman yang beredar banyak masyarakat panik dan dibuat resah.

Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti membenarkan sejumlah panitia pilkades di Desa Karduluk mendatangi polisi melaporkan dugaan ancaman bom.

“Iya laporannya diproses,” singkatnya.

Sebelumnya, panitia pilkades Karduluk, Sumenep, Jawa Timur mendapat pesan berisi ancaman. Pengirim pesan diduga berencana akan membuat kericuhan jika pilkades tetap digelar.

“Kami masyarakat Karduluk menolak keras cakades dari luar Karduluk kalau itu tetap dilakukan jangan salahkan kami masyarakat kalau bertindak apa yang tidak diinginkan pertumpahan darah bom dan kotas yang akan menghancurkanKarduluk, camkan ini pas sampaikan berita ini ke semua panitia,” bunyi ancaman yang tersebar dalam grup WhatsApp.

(nru/jkt)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap