Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Gong Xi Fa Cai

Selamat Tahun Baru Imlek 2577

Semoga Tahun Ular Kayu 2026 membawa kemakmuran & kebahagiaan
2026
🧧🐍 Imlek 2577

Di Momen Hari Guru, Bupati Sumenep Kunjungi Guru Sekolahnya

oleh
2.3K pembaca

Sumenep, sketsindonews – Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengunjungi guru sekolahnya dalam rangka momentum Hari Guru se Dunia. Guru tersebut merupakan guru di SMPN 4 Sumenep Nanik Mujiati, yang tak lain adalah guru favorit Fauzi.

Saat ini Nanik telah menjadi Kepala Sekolah (Kepsek) di SMPN 2 Sumenep. Nanik sendiri menjadi seorang guru sejak tahun 1993 hingga tahun 2012.

Saat dikunjungi orang nomor satu di Kota Keris tersebut, Nanik kaget bukan kepalang. Pasalnya, dia tidak menyangka akan didatangi seorang Bupati yang tak lain adalah muridnya sendiri.

Gambar

“Rasanya saya mau pingsan, luar biasa sekali. Kejutan yang seumur hidup saya, inilah kejutan. Akhirnya terkejut saya, bayangkan orang nomor satu di Sumenep ternyata masih ingat kepada saya, padahal saya bukan apa-apa,” kata Nanik pada sejumlah media.

Ia bercerita saat masih mengajar Fauzi, dia terus memberikan semangat tinggi dan motivasi, agar kelak bisa menjadi orang yang bisa membanggakan Negara dan mengangkat derajat orang tua.

“Saya selalu memberikan semangat kepada murid-murid saya utamanya Fauzi muda, bahwa yang namanya pinter dan semangat itu harus dijadikan tombak. Pada intinya semangat itu adalah segalanya,” ujarnya.

“Terimakasih bapak Bupati, beliau adalah satu-satunya siswa saya yang is the best. Ini membuktikan bahwa guru bisa mengantarkan siswanya menjadi orang yang sangat berguna untuk nusa dan bangsa, termasuk agama,” sambungnya.

Pihaknya berharap, agar Bupati Fauzi dapat memimpin Sumenep ke depan lebih baik, maju, sejahtera. Capaian itu, menurutnya, tak lepas dari peran guru sebagai pendukung.

“Saya kira kalau kesejahteraan guru, kita bukan kaleng-kaleng lagi karena ada sertifikasi. Kalau dulu kan Umar Bakri, tapi sekarang Abu Rizal Bakri,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Fauzi banyak memberi apresiasi kepada guru favoritnya itu. Sebab, sejak dulu hingga kini Fauzi mengaku terdidik dari seorang guru yang terus memberikan ilmu.

“Ini kemarin berawal dari komunikasi dengan teman-teman media, apakah ada keinginan untuk mengunjungi guru sewaktu saya masih belajar di bangku SMP. Saya sampaikan boleh, nanti saya akan cari guru saya,” katanya.

“Pada dasarnya saya ingin memberikan sesuatu yang berbeda, bahwa kita menjadi sesuatu apapun profesi ini atas tanda jasa guru. Tanpa seorang guru pastinya kita tidak akan menjadi apa-apa,” tambahnya lagi.

Menurutnya, seorang guru dengan laten dan sabar mendidik pada waktu ia masih bersekolah telah mengajarkannya arti kepemimpinan. Tak malu, Bupati Fauzi juga mengaku sempat mendapat cubitan manja saat ia masih menjadi murid Ibu Nanik, sapaan karib Nanik Mujiati.

“Di masa kecil, kita pasti pernah nakal. Nah, seorang guru disitu masih sabar mendidik kita siswanya. Saat saya duduk bersama tadi dengan Ibu Nanik banyak yang dibicarakan. Mulai dari laris saya hingga menjadi seorang Bupati, padahal dulu saya muridnya,” ungkapnya.

Kata Fauzi, guru adalah profesi yang berbahagia, sebab telah mengantarkan anak-anaknya menjadi apa saja. Mulai menjadi guru, Bupati, dan profesi lainnya.

“Bisa juga jadi wartawan, bisa saja kan. Artinya, guru ini tetap terus dihargai, karena pahlawan tanpa jasa. Sesungguhnya akan mengingatkan apapun dari jasa-jasanya itu, dimana mereka berjuang di dunia pendidikan,” ujarnya.

(nru/nky)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap