Dominggus Saiba menjadi salah satu kepala daerah di Papua Barat yang mencuri perhatian setelah resmi menjabat sebagai Bupati Pegunungan Arfak (Pegaf) periode 2025–2030. Pengalamannya sebagai birokrat dan politikus menjadi modal penting dalam memimpin wilayah dengan tantangan geografis yang kompleks.
Dominggus Saiba, S.Pd.K., M.Si., lahir pada 12 Maret 1974. Ia dikenal lama berkarier di dunia birokrasi sebelum bergabung dengan Partai Demokrat. Saat ini, ia juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pegunungan Arfak sejak 14 Februari 2025.
Karier politiknya mencapai puncak setelah memenangkan Pemilihan Kepala Daerah 2024 bersama pasangannya, Andy Salabai, S.K.M. Keduanya dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada 20 Februari 2025.
Dalam kepemimpinannya, Dominggus menghadapi tantangan besar, terutama kondisi geografis Pegunungan Arfak yang didominasi perbukitan dan akses terbatas. Untuk itu, pembangunan infrastruktur dasar menjadi prioritas utama, khususnya pembangunan jalan dan jembatan guna membuka keterisolasian wilayah.
Ia menilai konektivitas menjadi kunci utama dalam meningkatkan pelayanan publik dan memperlancar distribusi ekonomi masyarakat.
Selain infrastruktur, sektor pertanian turut menjadi fokus pengembangan. Dominggus mendorong peningkatan produksi komoditas hortikultura seperti bawang, buncis, kentang, cabai, dan labu siam. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Di sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak mulai mengoptimalkan potensi daerah dengan pengembangan destinasi wisata yang didukung fasilitas seperti homestay dan penginapan. Langkah ini ditargetkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Peningkatan layanan dasar juga menjadi perhatian serius. Dominggus berupaya memperkuat sektor pendidikan dan kesehatan, termasuk penyediaan tenaga guru dan tenaga medis di wilayah terpencil. Selain itu, percepatan penurunan angka stunting menjadi bagian dari agenda prioritas pemerintah daerah.
Untuk mendukung berbagai program tersebut, ia aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat, terutama dalam optimalisasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI), agar penyaluran anggaran lebih tepat sasaran.
Bersama wakilnya, Andy Salabai, Dominggus menargetkan Pegunungan Arfak menjadi daerah yang lebih maju, terbuka, dan sejahtera, meski dihadapkan pada keterbatasan infrastruktur dan medan yang menantang.






