1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Ekonomi RI Tetap Tangguh, Pemerintah Fokus Dorong Manufaktur dan Farmasi di 2026

27.3K pembaca

Perekonomian Indonesia pada 2025 tetap menunjukkan ketahanan kuat di tengah tekanan global. Pertumbuhan PDB pada kuartal III mencapai 5,04% (yoy), stabil dibandingkan triwulan sebelumnya dan sejalan dengan target tahunan 5,2%. Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,89% (yoy) dan investasi melalui PMTB naik 5,04% (yoy). Sektor manufaktur juga terus ekspansif dengan PMI Manufaktur mencapai 53,3 pada November 2025.

Untuk menjaga momentum ekonomi, pemerintah menyiapkan strategi pertumbuhan 2026 melalui penguatan industri manufaktur dan farmasi. Kemenko Perekonomian menggelar Seminar Ekonomi Nasional bertema Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi 2026: Peran Strategis BUMN Industri Manufaktur dan Farmasi pada Kamis (11/12), guna menyelaraskan arah kebijakan dan memperkuat kolaborasi pemangku kepentingan.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN, Ferry Irawan, menegaskan bahwa industrialisasi berkelanjutan menjadi kunci pencapaian visi Indonesia Emas 2045. “Target pertumbuhan 8% pada 2029 bukan hal yang mustahil. Kita perlu mempercepat hilirisasi dan memperkuat BUMN, terutama sektor manufaktur dan farmasi,” ujarnya.

Gambar

Pada sesi pertama, forum membahas peran BUMN manufaktur dalam pengembangan mobil nasional berbasis kendaraan listrik (EV). Industri manufaktur yang menyumbang 19,15% PDB dinilai menjadi motor reindustrialisasi. Indonesia disebut memiliki momentum kuat karena ekosistem EV—mulai dari bahan baku baterai hingga kapasitas produksi baja otomotif—telah terbentuk. Pengembangan mobil nasional juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian teknologi.

Para narasumber menilai perlunya roadmap mobil nasional, pembiayaan yang kuat, strategi branding berbasis teknologi pertahanan, hingga pelibatan IKM agar ekosistem kendaraan listrik nasional memberikan multiplier effect bagi ekonomi.

Pada sesi kedua, pembahasan berfokus pada industri farmasi dan kemandirian Bahan Baku Obat (BBO). Kemandirian BBO disebut sebagai elemen strategis ketahanan nasional. Peningkatan produksi BBO dalam negeri diproyeksikan memperluas investasi, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi ketergantungan impor.

Pemerintah mendorong perluasan penggunaan BBO lokal, dukungan pasar melalui pengadaan pemerintah, serta penguatan ekosistem hulu-hilir. Kebijakan perdagangan dan NTMs juga perlu disesuaikan agar daya saing industri tetap terjaga dan masyarakat mudah mendapatkan obat terjangkau.

Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Industri Manufaktur, Agro, Farmasi, dan Kesehatan, Muhamad Edy Yusuf, menegaskan pentingnya roadmap terukur serta sinergi antar-lembaga untuk mempercepat pengembangan mobil nasional dan industri BBO.

Acara tersebut turut dihadiri pejabat Kementerian/Lembaga, akademisi, dan asosiasi industri.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap