Logo HPN 2026

Hari Pers Nasional

Akan diselenggarakan di
PROVINSI BANTEN
9 Februari 2026

Meski Global Tak Pasti, Ekonomi RI Tumbuh Stabil di 2025

oleh
oleh


13.8K
pembaca

Perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tetap menunjukkan ketahanan dan kinerja yang solid di tengah ketidakpastian global. Pemerintah terus menjaga stabilitas makroekonomi serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan melalui koordinasi kebijakan lintas sektor.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyampaikan bahwa stabilitas ekonomi nasional terjaga berkat sinergi kebijakan antar kementerian dan lembaga. Langkah tersebut membuat ekonomi Indonesia tetap tumbuh positif meski menghadapi tekanan global.

Pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2025 berada di kisaran 5 persen, dengan capaian kuartal III-2025 sebesar 5,04 persen secara tahunan. Dari sisi skala ekonomi, Produk Domestik Bruto (PDB) nominal Indonesia mencapai USD1.396,30 miliar, sementara PDB berbasis paritas daya beli (PPP) tercatat USD4,10 triliun, menempatkan Indonesia sebagai ekonomi terbesar ke-8 dunia. PDB per kapita juga meningkat menjadi Rp78,62 juta atau setara USD4.960,33.

Gambar

Stabilitas makroekonomi tercermin dari inflasi yang terkendali pada level 2,72 persen (yoy) per November 2025, masih dalam sasaran 2,5±1 persen. Pasar keuangan juga menunjukkan kinerja positif, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 8.644,26 pada 29 Desember 2025, serta nilai tukar rupiah yang relatif stabil di kisaran Rp16.785 per dolar AS.

Cadangan devisa Indonesia tetap kuat dan mencapai USD150,1 miliar pada November 2025. Dari sektor riil, PMI Manufaktur Indonesia konsisten berada di fase ekspansi dengan capaian 53,3. Optimisme masyarakat turut terjaga, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen di level 124,0 dan pertumbuhan Indeks Penjualan Riil sebesar 5,9 persen (yoy).

Kinerja eksternal ekonomi nasional juga solid. Neraca perdagangan mencatat surplus selama 66 bulan berturut-turut sejak Mei 2020, dengan nilai surplus USD35,88 miliar pada periode Januari–Oktober 2025. Realisasi investasi mencapai Rp1.434,3 triliun atau tumbuh 13,7 persen (yoy), sementara penyaluran kredit perbankan tumbuh 7,36 persen (yoy) pada Oktober 2025.

Dari sisi kualitas pertumbuhan, kesejahteraan masyarakat menunjukkan perbaikan. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja meningkat menjadi 70,59 persen pada Agustus 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka menurun menjadi 4,85 persen, dan tingkat kemiskinan turun menjadi 8,47 persen. Kemiskinan ekstrem juga menurun menjadi 0,85 persen, sementara rasio gini membaik di level 0,375.

Pemerintah terus mengoordinasikan berbagai stimulus dan paket kebijakan ekonomi, antara lain bantuan pangan, bantuan sosial, subsidi upah, diskon transportasi, insentif fiskal bagi UMKM, serta dukungan bagi industri padat karya. Upaya deregulasi dan percepatan perizinan melalui sistem OSS juga terus diperkuat.

Ke depan, pemerintah berkomitmen menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap stabil, berdaya saing, dan manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Baca konten dgn suara
Speed: 1x
Ready