Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat penyakit kulit dan gangguan pencernaan menjadi keluhan kesehatan yang paling banyak dialami masyarakat adat Baduy. Temuan tersebut diperoleh saat kunjungan Sekretaris Jenderal Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, ke wilayah Baduy pada Selasa (31/12).
Kunta menyebut keluhan yang paling sering disampaikan warga adalah gatal-gatal pada kulit serta gangguan pencernaan seperti diare. Kondisi ini dinilai berkaitan erat dengan keterbatasan akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi yang masih menjadi tantangan utama di kawasan tersebut.
Menurut Kemenkes, faktor lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap pola kesehatan masyarakat Baduy. Minimnya sarana sanitasi layak membuat risiko penyakit berbasis lingkungan masih cukup tinggi, terutama penyakit kulit dan saluran pencernaan.
Sebagai langkah penanganan awal, Kemenkes menyalurkan obat-obatan dasar yang umum dibutuhkan warga, seperti obat gatal, obat sakit perut, obat demam, hingga obat cacing. Bantuan tersebut disesuaikan dengan kondisi kesehatan masyarakat setempat.
Selain layanan pengobatan, Kemenkes juga memberikan edukasi kesehatan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Edukasi difokuskan pada kebiasaan mencuci tangan serta pengolahan makanan dan minuman yang lebih higienis guna menekan risiko penyakit di lingkungan masyarakat adat.






