Logo HPN 2026

Hari Pers Nasional

Akan diselenggarakan di
PROVINSI BANTEN
9 Februari 2026

Jakarta Lebih Bersih di Tahun Baru 2026, Ini Penyebabnya

40.6K pembaca

Perayaan Malam Tahun Baru 2026 di Jakarta berlangsung lebih sederhana dan reflektif. Tanpa pesta kembang api serta diiringi hujan ringan di sejumlah titik, timbulan sampah sisa perayaan tercatat 415 meter kubik atau setara 91,41 ton, turun signifikan dibandingkan Tahun Baru 2025 yang mencapai 132 ton.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mencatat penanganan sampah dilakukan di berbagai lokasi utama perayaan, antara lain Bundaran HI, koridor Sudirman–MH Thamrin, Sarinah, Dukuh Atas, Semanggi, kawasan SCBD dan Bursa Efek Indonesia, Monas dan Jalan Medan Merdeka, Patung Pemuda Membangun, Lapangan Banteng, serta kawasan Masjid Istiqlal dan sekitarnya.

Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan proses pembersihan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi sejak malam hingga dini hari. Meski jumlah pedagang kaki lima meningkat dan hujan membuat sebagian besar sampah harus dibersihkan secara manual, seluruh area perayaan dapat ditangani dengan baik.

Gambar

“Ribuan petugas kebersihan kami kerahkan dengan dukungan armada pengangkut sampah agar Jakarta kembali bersih sebelum aktivitas warga dimulai. Menjelang subuh, seluruh area perayaan sudah tuntas dibersihkan,” ujar Asep, Kamis (1/1).

Menurutnya, penurunan volume sampah dipengaruhi oleh kebijakan tanpa kembang api, faktor cuaca, serta konsep perayaan Tahun Baru yang lebih sederhana dan sarat makna. DLH DKI juga memberikan apresiasi kepada seluruh petugas kebersihan yang tetap bekerja menjaga kebersihan kota sepanjang malam pergantian tahun.

Asep turut menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang ikut berpartisipasi menjaga kebersihan dengan mengurangi sampah dan membuangnya pada tempat yang disediakan. “Kesadaran warga menjadi kunci terciptanya perayaan yang tertib, nyaman, dan bersih,” katanya.

Perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta sendiri diisi dengan doa bersama lintas iman sebagai bentuk empati terhadap masyarakat terdampak bencana alam di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Semangat kepedulian dan kebersamaan tersebut sejalan dengan upaya menjaga kebersihan, ketertiban, serta nilai kemanusiaan di ruang publik Ibu Kota.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap