1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Wamen Stella: Kerja Sama Internasional Harus Berdampak Nyata

36.2K pembaca

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong penguatan kerja sama internasional yang berdampak nyata. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui penguatan kolaborasi dengan Kerajaan Yordania Hasyimiah, khususnya di bidang pendidikan tinggi dan ilmu kedokteran.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, dengan Duta Besar Yordania untuk Indonesia, Sudqi Atallah Abd Alkader Al Omoush, Rabu (7/1/2026).

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral Indonesia–Yordania yang telah terjalin sejak 1950. Kerja sama di sektor pendidikan tinggi dinilai sebagai pilar strategis untuk memperkuat hubungan antarnegara sekaligus menjawab kebutuhan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Gambar

Penguatan kolaborasi ini juga sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, memperkuat sains dan teknologi, serta mendorong perguruan tinggi Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global dan berkontribusi langsung pada pembangunan nasional.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat bahwa kerja sama internasional tidak cukup berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, melainkan harus diwujudkan dalam program yang konkret, terukur, dan berkelanjutan. Bidang ilmu kedokteran dan kesehatan ditetapkan sebagai fokus awal kerja sama.

“Yang terpenting saat ini adalah implementasi. Untuk tahap awal, kami sepakat memfokuskan kerja sama pada ilmu kedokteran karena Indonesia masih membutuhkan penguatan tenaga medis, spesialis, serta riset kesehatan yang kuat,” ujar Wamen Stella.

Yordania dipandang sebagai mitra strategis karena memiliki pengalaman panjang dan reputasi internasional dalam pengembangan pendidikan kedokteran. Banyak mahasiswa dari berbagai negara menempuh pendidikan medis di Yordania.

“Ini menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk belajar dan berkolaborasi dengan Yordania sebagai salah satu pusat ilmu kedokteran di kawasan Timur Tengah,” tambahnya.

Kerja sama yang akan dikembangkan meliputi pertukaran mahasiswa dan dosen, program visiting professor, riset bersama, serta penguatan kapasitas institusi pendidikan kedokteran. Selain itu, terbuka peluang pelatihan tenaga kesehatan, termasuk perawat, guna meningkatkan kompetensi dan daya saing global.

Sebagai tindak lanjut, kedua negara sepakat membentuk gugus tugas bersama untuk menyusun peta jalan kerja sama, menetapkan program prioritas, serta memastikan keterlibatan perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Gugus tugas ini akan didukung oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti).

Duta Besar Yordania menyambut baik penguatan kerja sama tersebut dan menyatakan kesiapan universitas-universitas di Yordania untuk memperluas kemitraan dengan perguruan tinggi Indonesia, termasuk berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan pendidikan tinggi dan riset terapan.

Kolaborasi ini menegaskan komitmen Kemdiktisaintek dalam mewujudkan “Diktisaintek Berdampak”, yakni kerja sama pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan nasional.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap