DPP Persadha Nusantara Lantik Pengurus Baru, Tetapkan Roadmap Transformasi Lembaga Hindu Menuju Indonesia Emas 2045

oleh
Jajaran pengurus DPP Persadha Nusantara periode 2025–2030 berfoto bersama usai pelantikan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Jakarta, 31 Juli–1 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menghasilkan rekomendasi strategis dan roadmap transformasi kelembagaan Hindu menuju Indonesia Emas 2045.
12.7K pembaca

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persadha Nusantara resmi melantik jajaran pengurus baru sekaligus menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan diskusi terbatas yang menghasilkan 10 rekomendasi strategis untuk transformasi kelembagaan Hindu menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan ini menegaskan komitmen Persadha Nusantara dalam memperkuat peran lembaga keagamaan Hindu sebagai pilar pembinaan umat, pelestarian nilai-nilai agama dan budaya, pengembangan sumber daya manusia, serta mitra pembangunan nasional.

Pelantikan dipimpin Ketua Dewan Penasehat DPP Persadha Nusantara, Gede Pasek Suardika, S.H., M.H., yang secara resmi mengukuhkan jajaran pengurus periode baru.

Susunan pengurus harian dipimpin D. Sures Kumar, S.Ag., M.Si. sebagai Ketua Umum, didampingi Dr. Gede Suardana, S.Pd., M.Si. sebagai Wakil Ketua Umum, A.A. Ayu Ari Widhyasari, S.H., M.Kn. sebagai Sekretaris Jenderal, dan Komang Juli Agustawan, S.H., M.I.Kom. sebagai Bendahara Umum.

Usai pelantikan, peserta mengikuti Rakernas dan diskusi strategis bertajuk “Transformasi Lembaga Hindu Menuju Indonesia Emas 2045”.

Forum tersebut menilai pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen bangsa, termasuk lembaga-lembaga keagamaan Hindu yang profesional, adaptif, transparan, akuntabel, dan mampu memberikan pelayanan yang semakin berkualitas kepada umat.

Selain itu, perkembangan teknologi digital, perubahan sosial, dan lahirnya generasi baru dinilai menuntut pembaruan tata kelola organisasi serta penguatan kolaborasi antarlembaga.

Sepuluh Rekomendasi Strategis

Rakernas menghasilkan 10 rekomendasi utama sebagai arah transformasi kelembagaan Hindu, yaitu:

Transformasi paradigma kelembagaan.

Reformasi tata kelola dan profesionalisasi organisasi.

Transformasi komunikasi publik.

Digitalisasi lembaga Hindu.

Penguatan jaringan dan kolaborasi strategis.

Regenerasi dan kaderisasi kepemimpinan.

Penguatan peran generasi muda.

Penguatan pelayanan dan pemberdayaan umat.

Pengembangan data, riset, dan pusat pengetahuan Hindu.

Penyusunan Roadmap Transformasi Lembaga Hindu 2045.

Roadmap tersebut dibagi dalam empat tahapan, yakni:

2026–2030: Fondasi transformasi.

2031–2035: Penguatan dan integrasi.

2036–2040: Ekspansi dan kepemimpinan.

2041–2045: Terwujudnya Lembaga Hindu Indonesia Emas.

Melalui roadmap tersebut, Persadha Nusantara menargetkan terwujudnya lembaga Hindu yang berlandaskan Dharma, profesional, akuntabel, adaptif terhadap teknologi digital, kolaboratif, unggul dalam pelayanan, serta memberikan kontribusi nyata bagi umat, masyarakat, bangsa, dan negara.

DPP Persadha Nusantara juga mengajak seluruh lembaga keagamaan Hindu, organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, tokoh agama, akademisi, generasi muda, pemerintah, dan para pemangku kepentingan untuk menjadikan rekomendasi tersebut sebagai agenda bersama dalam membangun kelembagaan Hindu yang modern, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan.

Persadha Nusantara menegaskan bahwa semangat transformasi harus diwujudkan melalui aksi nyata agar nilai-nilai Dharma terus berkembang sebagai kekuatan yang memberikan manfaat bagi umat sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap