Kemenag Latih 6.600 Guru PAI Baca Al-Qur’an

oleh
Poster Kick Off Batch 1 Program Peningkatan Kompetensi Tartil Al-Qur’an bagi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama pada 7 September 2026. (Sumber: agama.go.id)
12.5K pembaca

Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI), Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), mulai menjalankan Program Peningkatan Kompetensi Tartil Al-Qur’an bagi guru PAI.

Pada angkatan pertama, program tersebut diikuti 1.000 guru PAI secara daring melalui Zoom. Peserta berasal dari DKI Jakarta, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sebagian wilayah Jawa Barat.

Program berlangsung selama satu bulan dengan pembinaan intensif melalui Learning Management System (LMS) CintaQu. Platform tersebut digunakan untuk mendukung proses pembelajaran dan latihan peserta.

Pembelajaran dilaksanakan dengan metode hibrida. Setiap Sabtu, peserta mengikuti sesi ulasan secara daring bersama pelatih. Setelah menyelesaikan rangkaian pembinaan, peserta akan mengikuti ujian akhir secara luring.

Ujian berlangsung sekitar lima menit untuk setiap peserta. Penilaian dilakukan oleh dua penguji dalam satu majelis di lokasi yang disesuaikan dengan domisili peserta.

Kemenag Targetkan 6.600 Guru PAI

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno mengatakan program tersebut bertujuan memastikan guru PAI memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik.

Menurut Amien, kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki guru PAI karena Al-Qur’an menjadi sumber utama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

“Kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan rukun paling mendasar dari profesi guru PAI.”

Amien meminta para peserta mengikuti seluruh tahapan program secara serius. Meski pembelajaran menggunakan platform digital dan dilakukan secara daring, ia menekankan agar kualitas proses pembinaan tetap terjaga.

Program tersebut juga akan diintegrasikan dengan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) bagi guru.

Direktur PAI M. Munir mengatakan enam provinsi yang menjadi sasaran awal merupakan bagian dari tahap percontohan. Program diharapkan dapat diperluas sehingga mencakup guru PAI di seluruh provinsi.

“Saya juga meminta kepada Kasubdit untuk terus memantau perkembangan program ini agar ada laporan yang berkesinambungan.”

Perkuat Kompetensi Guru PAI

Program Peningkatan Kompetensi Tartil Al-Qur’an tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenag memperkuat kualitas sumber daya manusia guru PAI.

Program ini juga disebut selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya agenda penguatan sumber daya manusia, serta Asta Protas Menteri Agama dalam bidang pendidikan unggul.

Melalui pelatihan tersebut, Kemenag menargetkan peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an guru PAI secara terukur. Penggunaan pembelajaran digital juga diharapkan memperluas akses pelatihan sekaligus memudahkan pemantauan perkembangan peserta.

Informasi mengenai Program Peningkatan Kompetensi Tartil Al-Qur’an dapat diakses melalui kanal resmi Direktorat PAI Kemenag.

Catatan: Informasi ini dikutip dari situs resmi Kementerian Agama Republik Indonesia, Rabu (9/9/2026).

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap