Pekerja Lab Tewas di Siberia, Rusia Waspadai Dugaan Pes dan Karantina Puluhan Orang

oleh
Petugas medis dan fasilitas kesehatan di wilayah Shelekhov, Irkutsk, Siberia, Rusia, setelah kematian seorang pekerja laboratorium dari Institut Penelitian Anti-Pes memicu langkah pengawasan dan kekhawatiran dugaan infeksi pes.(Foto: Reuters)
5.1K pembaca

Kematian seorang pekerja laboratorium di wilayah Irkutsk, Siberia, Rusia, memicu kekhawatiran dugaan infeksi pes setelah korban dilaporkan bekerja di lembaga penelitian penyakit tersebut. Otoritas Rusia menyatakan korban meninggal akibat pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui dan menegaskan belum ada bukti yang mengonfirmasi wabah pes.

Kematian seorang pekerja di Institut Penelitian Anti-Pes Irkutsk, Siberia, Rusia, menjadi perhatian internasional setelah muncul dugaan korban terinfeksi pes atau plague.

Korban dilaporkan jatuh sakit sebelum akhirnya meninggal pada 2 Oktober 2026 di sebuah rumah sakit di Shelekhov, wilayah Irkutsk. Otoritas Rusia menyebut penyebab kematiannya sebagai pneumonia dengan etiologi atau penyebab yang belum diketahui.

Kasus tersebut kemudian memicu langkah pencegahan. Sejumlah orang yang diketahui melakukan kontak dengan korban ditempatkan dalam pengawasan medis, sementara bagian dari rumah sakit tempat korban meninggal juga mendapat pembatasan.

Kekhawatiran semakin besar karena korban bekerja di lembaga yang secara khusus melakukan penelitian terkait penyakit pes.

Rusia Bantah Wabah Pes Sudah Terbukti

Otoritas kesehatan Rusia, Rospotrebnadzor, menyatakan hingga kini tidak ditemukan mikroorganisme berbahaya yang berkaitan dengan aktivitas pekerjaan korban di institut tersebut.

Gubernur wilayah Irkutsk juga menyatakan tidak ada kasus baru dari staf Institut Anti-Pes yang membutuhkan perawatan medis dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah setempat menegaskan kondisi epidemiologis berada dalam kendali dan kontak korban telah diidentifikasi serta ditempatkan dalam pengawasan.

Di tengah informasi yang masih berkembang, muncul laporan mengenai dugaan kecelakaan laboratorium yang melibatkan sampel bakteri pes. Namun, informasi tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh otoritas Rusia. Karena itu, dugaan bahwa kematian pekerja tersebut disebabkan paparan bakteri pes masih harus diperlakukan sebagai informasi yang belum terverifikasi.

Hampir 200 Orang Dipantau

Laporan media internasional menyebut hampir 200 orang di wilayah tersebut telah ditempatkan dalam pengawasan setelah kematian pekerja laboratorium tersebut.

Langkah tersebut dilakukan sebagai tindakan pencegahan untuk memastikan kemungkinan adanya penularan dapat segera diketahui. Beberapa fasilitas kesehatan juga menerapkan pembatasan sementara.

Sementara itu, masyarakat di sekitar wilayah Irkutsk diminta tidak panik dan mengikuti informasi dari otoritas kesehatan.

WHO: Risiko bagi Masyarakat Umum Saat Ini Rendah

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO turut memantau perkembangan kasus tersebut.

Berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, WHO menilai risiko kesehatan masyarakat bagi populasi umum tampak rendah. Penilaian tersebut dapat diperbarui apabila informasi baru mengenai penyebab kematian maupun kemungkinan penularan ditemukan.

Pakar dari London School of Hygiene & Tropical Medicine juga menilai tindakan isolasi dan pemantauan terhadap pekerja laboratorium serta kontak korban merupakan langkah pencegahan yang masuk akal.

Penyakit pes memang dapat menjadi serius, terutama pes pneumonik yang menyerang paru-paru dan dapat menular melalui droplet pernapasan. Namun, penyakit tersebut dapat diobati dengan antibiotik apabila didiagnosis dan ditangani secara cepat.

Amerika Serikat Ikut Memantau

Kasus tersebut juga mendapat perhatian pemerintah Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Washington memantau perkembangan kasus tersebut. Presiden Donald Trump bahkan menyatakan AS siap membantu Rusia menghadapi persoalan kesehatan tersebut apabila diperlukan.

Meski demikian, belum ada indikasi bahwa kasus tersebut telah berkembang menjadi wabah pes yang meluas.

Pemerintah Rusia hingga kini tetap menyatakan situasi terkendali dan belum mengonfirmasi bahwa kematian pekerja laboratorium tersebut disebabkan oleh pes.

Masyarakat internasional masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian dan apakah terdapat hubungan dengan aktivitas penelitian di laboratorium.

SUMBER:
Reuters — laporan mengenai pekerja laboratorium di Siberia yang meninggal dan langkah karantina terhadap kontak korban. Reuters

Associated Press — laporan mengenai kematian pekerja Institut Anti-Pes Irkutsk dan hasil pemeriksaan otoritas Rusia. Associated Press

WHO — penilaian awal mengenai risiko kesehatan masyarakat terkait kasus tersebut. World Health Organization

London School of Hygiene & Tropical Medicine — analisis pakar mengenai dugaan kasus pes dan langkah pemantauan. LSHTM

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap