Insiden penyerangan terhadap bus rombongan Akademi Persib Bandung U-18 di Rest Area KM 360 Tol Batang, Jawa Tengah, menjadi perhatian publik. Peristiwa yang terjadi pada Minggu malam, 11 Oktober 2026, tersebut mengakibatkan bus mengalami kerusakan, seorang ofisial dilaporkan menjadi korban penganiayaan, serta sejumlah barang milik pemain dan ofisial dilaporkan hilang.
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan pemain sepak bola usia muda yang sedang mengikuti kompetisi Elite Pro Academy (EPA). Polisi telah menangkap seorang terduga pelaku perusakan bus, sementara manajemen Persib dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) meminta kasus tersebut diusut secara menyeluruh.
Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang
Berdasarkan informasi awal kepolisian, insiden terjadi sekitar pukul 21.27 WIB ketika rombongan Persib U-18 berhenti di Rest Area KM 360 Tol Batang.
Rombongan yang terdiri atas sekitar 30 pemain dan ofisial tersebut sedang dalam perjalanan pulang setelah mengikuti pertandingan EPA U-18 di Surakarta.
Saat bus diparkir, seorang pria dilaporkan mendatangi kendaraan dan menanyakan apakah bus tersebut membawa rombongan Persib. Tidak lama kemudian, sejumlah orang lain datang mendekati bus.
Kelompok tersebut diduga melakukan penyerangan dengan melempar benda keras hingga memecahkan kaca bus. Kerusakan dilaporkan terjadi pada bagian kaca kiri belakang dan kanan belakang kendaraan.
Seorang ofisial Persib U-18 bernama Pandu Persada juga dilaporkan mengalami penganiayaan. Selain itu, sejumlah koper dan barang milik pemain maupun ofisial diduga diambil oleh pelaku.
Kepolisian masih perlu mengungkap secara menyeluruh rangkaian kejadian, termasuk identitas seluruh pihak yang terlibat dan motif penyerangan tersebut.
Polisi Tangkap Terduga Pelaku
Kepolisian menangani kasus penyerangan dan perusakan bus rombongan Persib U-18 tersebut. Dalam perkembangan yang diberitakan pada 13 Oktober 2026, polisi dilaporkan telah menangkap seorang terduga pelaku perusakan bus.
Penangkapan tersebut menjadi salah satu perkembangan penting dalam proses pengusutan kasus di Rest Area KM 360 Batang.
Meski demikian, penanganan perkara masih perlu memastikan peran masing-masing pihak, termasuk dugaan penganiayaan terhadap ofisial dan hilangnya barang-barang milik rombongan.
Proses hukum harus dilakukan berdasarkan bukti dan hasil penyelidikan. Status sebagai terduga pelaku juga tidak berarti seseorang telah dinyatakan bersalah oleh pengadilan.
Kondisi Pemain Akademi Persib U-18
Insiden tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai keselamatan para pemain muda yang sedang meniti karier sepak bola.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan bahwa para ofisial, atlet, dan anggota keluarga yang ikut dalam perjalanan telah kembali ke Bandung dengan selamat.
Meski demikian, perhatian tidak hanya tertuju pada keselamatan fisik, tetapi juga kemungkinan dampak psikologis yang dialami para pemain setelah menghadapi kejadian tersebut.
Pemerintah Kota Bandung menyatakan akan berkoordinasi dengan manajemen Persib untuk memperhatikan kondisi para pemain dan mempertimbangkan pendampingan psikologis apabila diperlukan.
Perlindungan terhadap atlet usia muda menjadi perhatian penting agar kejadian serupa tidak mengganggu proses pembinaan dan perkembangan mereka dalam dunia sepak bola.
Persib Minta Kasus Diusut Tuntas
Manajemen Persib Bandung mengecam keras penyerangan terhadap rombongan tim akademi tersebut.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa kekerasan, perusakan kendaraan, dan dugaan pengambilan barang milik orang lain tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.
Manajemen Persib juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada PSSI dan I.League selaku operator kompetisi agar ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.
Persib meminta aparat penegak hukum mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dan memproses mereka yang terbukti bersalah sesuai ketentuan hukum.
Klub juga mengimbau para pendukungnya agar tetap tenang dan tidak melakukan aksi balasan. Manajemen meminta seluruh pihak mempercayakan penanganan perkara kepada aparat kepolisian.
PSSI Kecam Kekerasan terhadap Pemain Muda
PSSI turut menyampaikan kecaman atas dugaan penyerangan terhadap rombongan Persib U-18.
Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut. PSSI menegaskan keselamatan seluruh insan sepak bola, termasuk pemain usia muda, harus menjadi prioritas.
Insiden di Batang juga menjadi pengingat bahwa rivalitas antarklub maupun antarsuporter tidak boleh berkembang menjadi tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain.
PSSI meminta aparat mengusut kejadian tersebut dan menindak pihak yang terbukti melakukan pelanggaran. Penanganan yang menyeluruh diharapkan dapat mencegah terulangnya kekerasan dalam perjalanan maupun kegiatan kompetisi sepak bola.
Perlindungan Tim Akademi Jadi Sorotan
Kasus penyerangan bus Persib U-18 kembali menyoroti pentingnya sistem keamanan bagi tim akademi yang menjalani pertandingan tandang ke luar kota.
Selain memastikan keselamatan pemain selama pertandingan, klub dan penyelenggara kompetisi perlu memperhatikan keamanan perjalanan, pengaturan tempat istirahat, serta prosedur penanganan ketika rombongan menghadapi situasi darurat.
Pemerintah Kota Bandung juga menyatakan akan berkoordinasi dengan Persib untuk membahas mekanisme perlindungan bagi tim akademi saat melakukan perjalanan ke luar kota.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat pemain akademi masih berada dalam tahap pembinaan dan membutuhkan lingkungan yang aman untuk berkembang.
Kasus ini kini menjadi perhatian kepolisian, manajemen Persib, PSSI, dan pihak terkait. Masyarakat diharapkan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta tidak melakukan tindakan balasan yang dapat memperkeruh keadaan.
Sumber berita:
- ANTARA News – PSSI Kecam Kekerasan kepada Persib U-18
- detikJateng – Bus Rombongan Persib U-18 Diserang Kelompok Tak Dikenal di Rest Area Tol Batang
- detikJabar – Pernyataan Persib soal Penyerangan Bus Pemain U-18 di Rest Area Batang
- Jawa Pos Metro Pekalongan – Bus Rombongan Persib U-18 Diserang di Rest Area 360 Batang, Polisi Tangkap Pelaku Asal Jakarta
- ANTARA Jawa Barat – Insiden Penyerangan Bus Persib U-18 di Tol Batang, Ini Kata Wali Kota Bandung






