Home / Traveling / Budaya / Ki Dalang Benyek Ngamen di Luar Negeri Dengan Format Wayang Kulit Hip – Hop

Ki Dalang Benyek Ngamen di Luar Negeri Dengan Format Wayang Kulit Hip – Hop

Yogyakarta, sketsindonews – Yogyakarta yang terkenal sebagai Kota Karawitan juga menjadi produk dalang muda kreatif. Salah satunya dalang muda Ki Dalang Benyek Catur Kuntjoro. Profesi dalang yang di gelutinya merupakan turunan dari keluarga dalang, termasuk kakaknya yang juga mendalang bernama Ki Seno Nugroho.

“Aliran kami memang beda tapi sama dalam jiwa seni mendalang, ini hanya tata cara dalam penyampaian profesi bagi pemirsa wayang kulit modern dan tradisional yang di kemas,” jelas Benyek saat ditemui di kediamannya, minggu (09/10).

BacaDalang Benyek: Wayang Hip Hop Solusi Pewayangan Jogjakarta

Ki Dalang Benyek mengakui, dirinya telah ada pengakuan internasional terkait cara mendalangnya yang membawa aliran hip hop cara. “yah itu ngamen di luar negeri seperti Singapore, Malayasia dan Negara ASEAN,” dia memeparkan tempat yang sudah di kunjunginya.

Warga negara Asing di sana, menurutnya sangat responsif bahkan apresiasi terhadap tampilan seni dalang konteporer, namun ditambahkannya ternyata pemerintah Indonesia tidak peka terhadap seni wayang dan Karawitan di Indonesia.

“Kami mengajarkan kepada pihak atau orang asing seperti sinden, gamelan, bahkan orang luar negeri ingin menjadi dalang.” Itu fakta, tegasnya.

Dia berharap agar Pemerintah Daerah Yogyakarta dan Pemerintah Pusat seharusnya sudah mulai tergelitik dalam mengkaji ekspansi seni tradisional Jogjakarta, jika tidak seni budaya ini bisa punah atau bahkan di akui oleh negara lain.

Sementara penggiat dalang Yogyakarta Narutama kepada sketsindonews.com menjelaskan, pengenalan wayang bukan dari musium ke musium dengan tampilan statis, tapi bagaimana mengekplore nilai tradisional wayang kulit tradisional dan modern di kembangkan pada edukasi di masyarakat.

Narutama menyoal, kini banyak komunitas seni tumbuh di Yogyakarta hanya dengan modal tekad. “Bagaimana dengan pemerintah Yogyakarta hanya pada simbol.

Padahal kata Narutama, seni perlu di lestarikan melalui lembaga kebudayaan yang secara UU menjadi pekerjaan rumah sebelum ada penyesalan pemerintah terhadap seni Dalang Konteporer maupun Wayang Kulit Tradisional. “Yang kini sudah mulai menjarah globalisasi seni,” tutupnya. (Nr)

Check Also

Tiga Pantai Di Ambon Yang Akan Memanjakan Mata Anda, Fotografer Pasti Suka

Ambon, sketsindonews – Mengunjungi ibu kota Maluku yakni Ambon kita akan dihadapkan dengan berbagai hal …

Watch Dragon ball super