Back

Media Terpercaya

Kuasa Hukum Tan Kian, Andi Simangunsong Membantah Terlibat dalam Kasus Jiwasraya

Jakarta, sketsindonews – Kasus dugaan gagal bayar yang menimpa perseroan milik pemerintah, PT Jiwasraya menjalar ke berbagai pihak.

Salah satunya menerpa PT Metropolitan Kuningan Properti yang konon dimiliki oleh taipan Tan Kian.

Menurut kuasa hukum Tan Kian, Andi Simangunsong kepada sketsindonews.com, Rabu (29/1/2020) siang menjelaskan bahwa kliennya membantah isu bahwa Benny Tjokrosaputro diduga menyamarkan hasil dugaan korupsi via Tan Kian melalui proyek apartemen.

“Sehubungan dengan adanya beberapa pemberitaan di media massa seolah-olah Benny Tjokro diduga bekerjasama dengan Tan Kian ataupun diduga menyamarkan hasil dugaan korupsi via Tan Kian melalui proyek apartemen, bersama ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut: Tan Kian tidak memiliki kerja sama pembangunan apartemen dengan Benny Tjokro,” ujar Andi.

Andi menjelaskan bahwa duduk perkara ini bahwa Tan Kian melalui salah satu perusahaannya, yakni PT Metropolitan Kuningan Properti (PT Metropolitan), mengadakan kerja sama perasi (KSO) dengan PT Duta Regency Karunia (PT Duta) untuk membangun salah satu apartemen mewah di Jakarta Selatan.

“Tidak ada nama Benny Tjokro di PT Duta, baik sebagai direksi, dewan komisaris maupun pemegang saham,” tegas Andi.

Dalam KSO tersebut, tuturnya, PT Duta menyediakan tanah yang statusnya clean, free and clear kepada KSO. Sejak awal kerjasama, PT Duta telah memiliki tanah tersebut berdasarkan sertifikat yang sah.

Kemudian PT Metropolitan akan membiayai pembangunan apartemen melalui presale dan sales, membangun dan memasarkan apartemen dimaksud. Keuntungannya kemudian akan dibagi antara PT Duta dengan PT Metropolitan.

“Baik PT Duta maupun Benny Tjokro tidak pernah memberikan uang kepada Tan Kian maupun PT Metropolitan untuk membangun apartemen dimaksud,” tegas Andi

Menurutnya, sebelum memulai proyek pembangunan apartemen, pihak Tan Kian dan PT Metropolitan telah melakukan pengecekan sertifikat dimaksud kepada pihak BPN melalui Notaris dan dinyatakan clean, free and clear. 

“Apartemen tersebut telah selesai dibangun. Dari total hampir 600 unit, telah terjual 95% unit-unit apartemen dimaksud,” jelasnya.

Bahkan, pihak PT Duta justru menerima uang keuntungan (pembagian profit) dari proyek pembangunan apartemen dengan PT Metropolitan dimaksud. 

“Tan Kian tidak ada urusan apapun dengan Jiwasraya dan tidak memiliki transaksi apapun dengan Jiwasraya,” ujarnya.

Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa Ketua KSO Duta Regency Karunia Metropolitan Kuningan Property, Tan Kian. Dia diperiksa sebagai saksi ihwal kasus dugaan tindak pidana korupsi di PT Jiwasraya (Persero) yang sebelumnya telah menjerat lima tersangka.

Sebelumny Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono mengatakan, pemeriksaan Tan Kian masih berkaitan dengan adanya tindak pidana dalam investasi di Jiwasraya.

Dia menyebutkan, dari tiga dugaan pelanggaran tindak pidana dalam kasus Jiwasraya salah satunya menyangkut dengan fee broker (upah pialang) pembelian saham.

“Saham ini tentu saham apa? Perusahaan apa? Bisa properti, bisa perusahaan lain. Nah, (Tan Kian) ini kebetulan terkait dengan properti,” kata Hari di Jakarta, Senin (27/01/20).

Saat ditanya mengenai sangkut paut Tan Kian dengan tersangka Benny Tjokrosaputro, Hari enggan menjelaskan secara perinci. Dia hanya menjelaskan, pemeriksaan tim penyidik kali ini juga berkenaan dengan tersangka yang memiliki bisnis properti.

“Nanti hasil penyidikan diharapkan itu yang didapat, bisa jadi apa yang dilakukan para tersangka itu terkait dengan properti,” ujarnya.

Selain Tan, penyidik juga memeriksa lima karyawan PT Hanson International dalam penyidikan kasus korupsi Jiwasraya. Mereka itu adalah Rita Manurung, Maya Hartono, Maria Josepha Bera, RA Hijrah Kurnia/Nunu, dan Esti Tanzil.

Kejagung juga memanggil dua orang dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu Halim Haryono dan Arif Budiman. Ada pula Ferry Budiman Tan Jatan selaku Direktur PT Cipta Dana Sukitutas.

“Hari ini penyidik memanggil 17 orang saksi tapi yang hadir sesuai dengan panggilan itu 9 orang saksi. Ternyata pada hari ini ada juga 4 orang saksi yg dipanggil sebelumnya, tapi belum hadir, hari ini memenuhi panggilan penyidik. Jadi total saksi yg dimintai keterangan hari ini berjumlah 13 orang saksi,” ucapnya.

Selain itu, Kejagung juga memanggil Komisaris Utama PT Corfina Capital, Suryanto Wijaya. Kemudian, ada tiga nama lainnya yakni Direktur PT GAP Aset Manajemen, Muhammad Karim; Deni Suryadinata, dan; Ailen Lim. Ketiga orang ini ikut dicatut namanya dalam transaksi saham Jiwasraya.

(Sofyan Hadi)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.