Home / Artikel / Pembangunan Wisma Atlet Kemayoran Dalam Proses Pengadilan

Pembangunan Wisma Atlet Kemayoran Dalam Proses Pengadilan

Jakarta, sketsindonews – Pembangunan Wisma Atlet diatas lahan warga, yang terletak di jalan Marto RT 13,14,15 dan 16 RW 09 Kelurahan Kebon kosong, Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat Provinsi DKI Jakarta di atas tanah ahli waris almarhum Amsir bin Salbini, sampai saat masih tahap pemeriksaan saksi dari tergugat intervensi 2 di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Dengan Nomor Perkara, 373/Pdt.G/2015/ PN Jakarta Pusat.

Sidang yang di pimpin Ketua Majelis Hakim, Diah Siti Basariah, SH, Mhum dan dengan Hakim Anggota Soesilo Atmoko, SH, MH dan Suko Priyo Widodo, SH. Dengan perkara terkait kepemilikan lahan tersebut, sebelumnya sudah di gelar pada, Rabu, 31 agustus 2016 lalu dengan agenda pemeriksaan saksi Dari pihak Pengelola, DP3KK.

Di antaranya saksi Kasmin dan saksi Tergugat intervensi 1 Sdr. Doni Suharto di periksa pada sidang sebelumnya, dengan memberikan keterangan dalam persidangan bahwa di atas Tanah vervonding Indonesia 350/S7.25 Masa pajak Tahun 1960-1964 Luas 16.870 M2 telah Di bangun Gedung Wisma Atlet

Sidang yang bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan para pihak yang terlibat diantaranya :

1. Ir. Muhidin bin Nasroh cs, sebagai Penggugat /tergugat intervensi 1 (ahli waris Nasroh)
2. Abdul Malik bin KH Sabeni Cs sebgai penggugat intervensi I (ahli waris amsir bin Salbini)
3. Nyonya Luis Agustina sebagai penggugat intervensi II (ahli waris Jhon Lumampau)
4. Pusat pengelola kompleks Kemayoran sebagai tergugat/tergugat intervensi 2

Saat ini kasus perkara tersebut masih bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, belum ada kepastian hukum mengenai lahan tanah yang telah di bangun Wisma Atlit tersebut.

Menurut Kuasa Hukum pengugat, Robert Manurung, SH dan Jefri Luanmase, SH kuasa hukum dari ahli waris Abdul Malik Bin KH Sabeni CS, sebagai penggugat intervensi I, menyampaikan, bahwa transaksi antara tergugat intervensi 1 dengan tergugat intervensi 2 atas tanah Vervonding Indonesia milik almarhum Amsir bin Salbini batal demi hukum.

“Transaksi yang dilakukan oleh para pihak batal demi hukum,” ujar Jefri

Sidang tersebut kembali di gelar pada Rabu, (07/09) dengan agenda pemeriksan Saksi tergugat intervensi 2 (Pusat pengelola Kompleks Kemayoran) di tunda 2 minggu hingga 21 September 2016 alasan Pihak pengola Kemayoran belum bisa menghadirkan saksi-saksi. (A.Zarkasih)

Check Also

Luka Terus Menyala Discripsi Ramadhan

Sahur Hari Ketujuh Jakarta, sketsindonews – Sahur di hari 7 di bulan Ramadhan 1439 H …

Watch Dragon ball super