Home / Berita / Pembunuhan Sumini, Saksi Pastikan Bersama Terdakwa

Pembunuhan Sumini, Saksi Pastikan Bersama Terdakwa

Jakarta, sketsindonews – Pengadilan Negeri Jakarta Timur, kembali menggelar sidang perkara pembunuhan terhadap Sumini, dengan terdakwa Jaelani, senin (05/12). Dalam sidang yang mendengarkan keterangan saksi tersebut di hadirkan dua saksi yakni Titin Suparni yang merupakan pasien terdakwa dan Aprian murid terdakwa yang juga berprofesi sebagai guru ngaji.

Baca juga: 3 Hal Janggal Dalam Pembunuhan Sumini

Saksi pertama yang di beri kesempatan, Aprian menjelaskan bahwa terakhir bertemu dengan terdakwa pada tanggal 09 Juni 2016 lalu, sekitar pukup 01.30 wib, di Masjid, Desa Pahlawan Setia, kec. Tarumajaya, Kab. Bekasi.

“Selanjutnya tidak pernah ketemu,” ujarnya Aprian, menjawab pengacara terdakwa.

Baca juga: Saksi Penyidik Nyatakan Tidak Ada Penekanan, Terdakwa Keberatan

Pria yang sudah kenal dengan terdakwa sekitar 13 tahun tersebut, memaparkan bahwa pada hari itu, terdakwa mengenakan baju Kokoh warna coklat lengan pendek dengan Kopiah warna putih dan sepatu pantopel.

Saat di perlihatkan oleh pengacara terdakwa baju yang di maksud dan di tanyakan apakah benar ini bajunya. “Benar,” jawabnya.

Dia juga menjelaskan bahwa pertemuannya dengan terdakwa merupakan hal yang tidak di sengaja. Untuk tujuan berada di lokasi, dia juga menjelaskan bahwa keperluannya berada si masjid untuk I’tikaf. Hal tersebut di utarakan menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Didit Koko yang mempertanyakan tujuan saksi berada di lokasi pada hari itu.

“Iya memang sering sampe pagi juga,” jelasnya menjawab saat di tanya apakah sering ke Masjid tersebut. Serta di jelaskan bahwa dia mengetahui terdakwa menggunakan pantopel, karena saksi mendampingi terdakwa hingga selesai pukul 02.00 wib.

JPU juga bertanya apakah Masjid tersebut saat itu gelap atau terang. “Meskipun di desa, Bekasi itu ada lampu,” jawabnya Aprian tegas.

Lanjutnya, terdakwa di kenal sebagai penceramah di tempat tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Hakim anggota mempertanyakan kenapa bisa kebetulan ketemu di masjid, mengingat saksi dan terdakwa tinggal jauh dari Masjid, serta tempat tinggal mereka justru berdekatan. Namun dia kembali menekankan bahwa pertemuan hari itu merupaka hal yang tidak di sengaja.

Pada kesempatan yang sama, Hakim Ketua, Hermawansyah mempertanyakan saat waktu I’tikaf yang sesuai aturan pada Bulan Ramadhan.

“I’tikaf itu setelah malam ke 20  atau 10 hari terakhir sebelum Ramadhan, Mungkin doa itu bukan I’tikaf tapi berzikirlah,” ujar Hermawansyah mencoba meluruskan.

“Betul pak,” jawab Aprian.

“Saudara ketemu dengan terdakwa kebetulan atau di rencanakan,” tanya Hakim ketua lagi.

“Tidak di rencanakan,” jawabnya menegaskan.

“Apakah setiap malam sering ketemu?,” tanya Hakim ketua.

“Di bulan lain sering, tapi tidak sering bangat,” jawabnya.

Mengingat terdakwa memiliki saudara kembar, Hermawansyah mempertanyakan apakah saksi dapat membedakan mana terdakwa dan mana saudara kembarnya.

“Bisa pak,” jawab Aprian.

“Sebelum datang ke masjid saksi tidak tau terdakwa dari mana ?,” kembali Hermawansyah mempertanyakan mengingat terdakwa di duga melakukan pembunuhan terhadap Sumini pada sekitar Pukul 23.30, sedangkan saksi bertemu dengan terdakwa sekitar pukul 01.30.

“Tidak tau pak,” pungkas Aprian.

Untuk di ketahui pada kesempatan tersebut, saksi ke dua, Titin Suparni yang sedang Hamil muda tidak dapat bersaksi di karenakan sakit. Hal tersebut membuat Hakim meminta kepada JPU agar mempersiapkan persidangan dengan cepat atau agar tidak membuat semua pihak menunggu lama.

Selanjutnya sidang di tunda dan akan di lanjutkan pada kamis, 08 Desember 2016 mendatang. (Eky)

Check Also

Terdakwa Ijazah Palsu Dituntut 9 Tahun Denda 1 Miliar

Jakarta, sketsindonews – Kuasa hukum korban ijazah palsu yang diterbitkan Sekolah Tinggi Injili Arastamar atau …

Watch Dragon ball super