Home / Artikel / Universitas UIN Jogjakarta Data Mahasiswi Bercadar, Gak Masalah Tuh

Universitas UIN Jogjakarta Data Mahasiswi Bercadar, Gak Masalah Tuh

Jogjakarta, sketsindonews – Pendataan Mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta bagi yang bercadar membuat mereka tak habis pikir, bahkan mereka akan diminta mundur jika tetap mempertahankan cadar.

Salah seorang mahasiswi yang bercadar mengaku keberatan dengan aturan tersebut. Dia berdalih becadar adalah hak pribadi bagi setiap insan di muka bumi ini.

Dita Riyanti (22), salah satu mahasiswi bercadar, mengaku keberatan jika penggunaan cadar dilarang di kampusnya. Namun dia mengaku bisa memahami jika pihak kampus sebatas mendata mahasiswi bercadar dirinya tidak mempersoalkan kali hanya untuk di data saja, ucapnya.(5/3 detik. com)

“Kalau ada mahasiswi bercadar yang dikeluarkan (dari kampus) ya saya keberatan. Kita punya hak untuk pakai cadar,” jelas Dita, mahasiswi Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dia mengaku tidak mengetahui secara rinci dalam rangka apa pihak kampus mendata mahasiswi bercadar seperti dirinya.

Dirinya memperkirakan kebijakan ini diambil kampus karena belakangan ini marak bermunculan isu radikalisme di kampus.

“Itu cuma didata mungkin gara-gara ada isu radikalisme. Kalau untuk diskriminasi di kampus (karena bercadar) sih enggak, cuma enggak nyaman aja dengan adanya kebijakan ini,” tuturnya.

Menurutnya, sebelum ada pendataan dari pihak kampus tidak pernah ada larangan bercadar bagi mahasiswi di lingkungan civitas akademika UIN Sunan Kalijaga. Meski dikagetkan dengan pendataan ini, Umi akan tetap datang bila dipanggil pihak kampus.

“Kalau dipanggil ya menghadap. Tetapi seandainya disuruh copot (cadar) ya saya akan tanya alasannya apa, karena saya pakai cadar ada alasannya sendiri. Ya banyak sih alasannya, alasan pribadi,” ungkapnya.

Selama ini, lanjut kata Dita, meski memakai cadar dia tidak pernah mendapatkan perlakuan berbeda dari mahasiswa lain atau dosennya. Dia pun menjalani hari-hari di kampus layaknya mahasiswa pada umumnya dan tidak ada yang membedakan antar pihak dosen dan para mahasiswa.

“Saya ngampus biasa aja, yang heboh malah bukan dari UIN, kalau dari kampus biasa aja. Menurut saya enggak ada yang perlu dikhawatirkan (dari pendataan mahasiswi bercadar). Kalau enggak terlibat apa-apa kenapa mesti takut,” pungkas dia.

reporter : nanorame

Check Also

Luka Terus Menyala Discripsi Ramadhan

Sahur Hari Ketujuh Jakarta, sketsindonews – Sahur di hari 7 di bulan Ramadhan 1439 H …

Watch Dragon ball super