Home / Artikel / Walikota Jakarta Pusat Mangara Prihatin, 8 Kelurahan Mendapat Plakat Spanduk DBD Tertinggi

Walikota Jakarta Pusat Mangara Prihatin, 8 Kelurahan Mendapat Plakat Spanduk DBD Tertinggi

Jakarta, sketsindonews – Keprihatinan Walikota Jakarta Pusat Mangara Pardede terhadap kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) harus segera di tuntaskan, Mengingat Kota Jakarta Pusat paling terendah dalam menghentikan kasus DBD di bandingkan 5 (lima) wilayah lain di DKI Jakarta. Mangara ucapkan pada saat Rapat Pimpinan (Rapim) tingkat kota di ruang serbaguna Kantor Walikota Kasudin tadi siang, selasa (27/9).

Kata Mangara, 8 Kelurahan yang mendapat merah harus bisa menyelesaikan permasalahan DBD, aktifkan peran petugas jumantik di wilayah.

“Jangan petugas jumantik, datang kewarga hanya buat ngobrol,” jelasnya.

Diharapkan agar Lurah untuk tingkatkan kunjungan kepada RT-RW pada saat Jumling atau ingatkan pada warganya.

“Kita harus berikan protection kepada warga agar tidak sakit DBD, kalo pun terkena warga masyarakat cepat tangani dengan baik,” ungkapnya.

Untuk memotivasi kepada 8 Lurah, maka kami berikan plakat merah dan hijau serta memberikan spanduk kepada wilayah nilai tertinggi dan terendah di Kecamatan dan Kelurahan.

“Spanduk itu harus di pasang di kantor Kelurahan, tegas Mangara. Selain juga untuk di ketahui warganya.”

Menurut Kasudin Kesehatan Kota Jakarta Pusat dr. dr.Yudita Endah memaparkan, perolehan nilai kasus DBD berdasarkan satu bulan ‌sebelumnya dengan penyelidikan patient DBD.
Naik turunnya, adalah angka tertinggi dengan diberikan spanduk untuk dipasang di kantor Kelurahan.

Masing – masing untuk Kelurahan yang mempunyai nilai kasus tetinggi yakni ; Kelurahan Cideng, Mangga Dua Selatan, Kampung Rawa, Cempaka Putih Barat, Pegangsaan, Kwitang, Kampung Bali dan Kelurahan Utan Panjang.

Sementara Wilayah Kecamatan Tetinggi resiko DBD Kecamatan Cempaka Putih, untuk Kecamatan Gambir resiko DBD terendah, ujarnya.

Yudita menambahkan, harapannya dengan adanya penilaian ini maka di harapkan wilayah untuk mengerahkan PSN, harus ada jumantik mandiri.

Musholah dan Masjid pada jam 8.00 WIB setiap Jum’at pagi untuk senantiasa menghimbau bagi warganya membersihkan rumahnya masing masing.

“Begitu pula jumantik untuk terus di evaluasi oleh puskesmas maaing-masing,” tuturnya.

Secara terpisah Lurah Pegangsaan Kecamatan Menteng Suprayogie kepada sketsindonews.com mengatakan, dengan adanya dampak wilayah kami tertinggi sebenarnya kami sudah antisipasi, terkait bagaimana kunjungan tim jumantik tidak lagi berdasarkan pada satu minggu sekali.

“Besok sudah kami bentuk Tim untuk melaksanakan plan B yakni, menjalankan jumantik kebeberapa RW-RT dengan membuat jadwal setiap hari,” ujarnya.

“Program sudah kami buat, dan Tim regu evaluasi dan pengawasan juga kami bentuk, mengingat kasus DBD dalam satu bulan harus hijau,” tutup Yogie. (Nr)

Check Also

Kalahkan Kejahatan Dengan Kasih Tuhan

Roma 12: 9-21 Renungan, sketsindonews – Kasih ini mesti dimulai dari dalam dulu, karena, tidak …

Watch Dragon ball super