Jakarta,sketsindonews – Walikota Jakarta Pusat Mangara Pardede merasa prihatin keberadaan sejumlah Ruang Publik Taman Ramah Anak (RPTRA) hal ini diungkapkan dalam rapim di ruang Serbaguna Kantor Walikota Jakarta Pusat, Tanah Abang I.
Kata Mangara, pengaduan sudah kerap kali saya terima dari pihak instansi maupun warga.
RPTRA yang sudah dibangun kurang perhatian terkait sarana dan prasana hingga fungsi RPTRA yang tidak di gunakan secara maksimal, tegasnya. (22-11-2016)
“Lurah Camat itu bapaknya RPTRA, harus intens dalam tata kelola, kalo itu ada sesuatu yang kurang lakukan inovasi serta lapor.”
Sementara salah satu Ibu PKK di Kemayoran, Fetty Ani kepada sketsindonews mengukapkan, keprihatinan Walikota Jakarta Pusat cukup mendasar, pamong diwilayah bukan saja tidak care terhadap fungsi pemanfaatan RPTRA, namun juga tak ada evaluasi secara berkala bagaimana mengcreat ruang publik taman menjadi sarana exercise, event, sosialisasi peningkatan percepatan program pembangunan lokal.
“Kenapa sih rapat harus tertutup, ajarkan warga membuka diri, kata Fetty. Era ini sudah terbuka (tranparansi) dalam menyikapi perkembangan yang dinamis dalam penyelesaian, masyarakat DKI sudah cerdas.”
Kalo pamong malas, warga juga tahu kemampuan, apakah dia seirus atau tidak menjalankan fungsi kinerjanya dalam memahami warga secara baik, tutup Fetty. (Nr)










