Jakarta, sketsindonews – PAM monitoring penghalauan PKL Akbar oleh anggota Satpol PP Kecamatan Kemayoran di kawasan Masjid Akbar pasca Idul Fitri 1440 H diwarnai dengan insiden argumentasi Satpol PP dimana pedagang yang di back oknum (red.Brimob) ogah untuk hengkang.
Diketahui selama ini area bunderan Masjid Akbar warga sudah mengetahui dengan adanya dugaan permainan petugas (red.oknum) untuk melakukan pungli lingkaran Masjid Akbar.
Menurut Dirut Pusat Pengelola Kemayoran Medi Kristianto kepada sketsindonews.com mengatakan, dirinya tak ada toleransi bagi petugas keamanan di limgkup PPKK untuk memanfaatkan dari usaha penataan kawasan pasca lebaran, pungkasnya.
Pihaknya secara kordinasi dengan pihak Pemerintah Kecamatan Kemayoran dan Satpol PP telah sepakat untuk menciptakan nilai estetika kawasan.
“Laporkan ke saya jika ada oknum dari unsur kemanan PPKK yang terlibat,” tandas Medi.

Sementara Kasatpol PP Kecamatan Kemayoran Jumingke Sihole mengakui, petugasnya sedikit bersitegang dengan adanya oknum yang bermain memback up pedagang, ucapnya.(14/6)
Selama ini Petugas Satpol secara rutin untuk saat ini di tempatkan di kawasan Akbar himgga lingkar Pusat Komplek Kemayoran untuk tidak ada lagi PKL menetap pnak.
Sambung Sihole, menghalau menghimbau serta menata, pemertiban pedagang gerobak dorong, tenda biru, lingkar bunderan Taman Akbar hingga Jalan Convert menjadi skala prioritas.
Janganlah ada oknum bermain padahal selama ini kami ingin menata kawasan Kemayoran secara baik sesuai kordinasi ssmua pihak.
Untuk mengenai adanya back up oleh oknum kepada pedagang bunderan Akbar dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak PPKK, ucap Sihole.
nanorame











