Jakarta, sketsindonews – Warga Kebon Kosong Kecamatan Kemayoran merupakan wilayah yang berdekatan dengan RS. Darurat Corona sejak pemerintah menunjuk Wisma Atlit Kemayoran menjadi Rumah Sakit penanganan pasien suspect Covid – 19.
“Hal ini membuat warga Kebon Kosong menjadi kuatir jika pemerintah pula tidak memikirkan dampak sekitar dengan antisipasi berbagai cara,” ujar Ketua paguyuban warga Kebon Kosong H. Kharis, dalam rilisnya kepada sketsindonews.com, Selasa (7/4/20).
Kata Kharis, warga telah melayangkan surat dengan Nomor ; 003/PRW/III/2020 tentang meminta kapada pemerintah untuk wilayah Kebon Kosong di lakukan penyemprotan secara massal ditujukan pihak Lurah, dengan tembusan Kementerian PUPR, Gubernur DKI, Walikota serta Dinas Gulkamat Damkar DKI Jakarta.
“Ke parnoan warga kami terus berlanjut sejak ada RS.Darurat Covid – 19 untuk itu pemerintah juga harus membuat ketenangan kepada kami (warga) sekitar dengan antisipasi penyebaran virus dengan pengkondisian penyemprotan secara masif secara berkala,” ujarnya.
“Selama ini kami secara swadaya, swakola telah lakukan partisipasi masyarakat dengan penyemprotan disenfektan dalam lingkungan, ini mungkin tidak maksimal oleh karena tidak skala besar,” urai Kharis.
Sementara Aktivis Lingkungan Joko Sardjono mengakui, kondisi keberadaan satu wilayah dengan rumah Sakit Darurat Corona banyak juga warga jadi parno hingga tidur juga menggunakan masker, karena dikuatirkan penyebaran itu melalui udara hingga dihirup warga.
“Kedua, juga telah ditemukan warga sekitar kami meninggal karena Covid – 19 termasuk ada sekitar beberapa warga lakukan isolasi mandiri karena dampak kontak pasien,” pungkas Joko.
“Kami setuju serta mendukung pihak pemerintah kota untuk lakukan penyemprotan massal titik kawasan jalan protokol, lingkungan hingga rumah tinggal sehingga menjadikan rasa ketenangan warga selain distribusi masker di lingkungan,” tutupnya.
(Nanorame)






