1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Gembel Unjuk Rasa Tolak PSBB DKI

oleh
3.8K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Gerakan Elemen Masyarakat Perekonomian Lemah Jakarta (GEMBEL Jakarta) melakukan Aksi Penolakan Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan dikeluarkannya keputusan Gubernur DKI Jakarta tentang Penerapan PSBB pada tanggal 14 September 2020.

Aksi Penolakan PSBB yang digelar di depan kantor Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/20) ini diikuti kurang lebih 500 orang yang terdiri dari Organisasi Kebangsaan yang merupakan gabungan dari berbagai elemen masyarakat, antara lain Pelaku Dunia Usaha, Pelaku Seni, Tokoh Adat dan Budaya, Aktivis, dan Relawan.

Karena dirasa PSBB sangat memberatkan warga Jakarta khususnya para pelaku usaha dan juga berdampak sangat besar terhadap Perekonomian rakyat kecil (mikro) dan runtuhnya Perekonomian sebab DKI merupakan Pusat sendi-sendi Perekonomian.

Gambar

GEMBEL Jakarta, memfokuskan pada ciri khas Bangsa yang setia dan selalu menjaga Persatuan dan Kesatuan yang bernafaskan Kegotong-royongan. Menyoroti bahwasanya keputusan Gubernur DKI sangat nyata dan jelas Bertentangan dengan Keputusan Pemerintah Pusat dan juga menggiring Opini dimana keputusan tersebut ber-Imbas pada rasa ketidakpercayaan masyarakat terhadap Pemerintah.

Dalam pantauan sketsindonews berikut isi Tuntutan Gerakan Elemen Masyarakat Ekonomi Lemah di Jakarta:

1. Hapuskan pembatasan sosial berskala besar di Jakarta dan se-Indonesia

2. Cabut PERGUB NO. 88 Tahun 2020;

3. Kembali ke INPRES NO. 6 Thn 2020 agar ekonomi Indonesia kembali pulih.

4. Transparansi mengenai data yang terpapar COVID-19 terlebih data pasien yang benar-benar meninggal karena COVID-19, agar masyarakat tahu dengan jelas,

5. Mendesak DPRD dan melibatkan BPK dan KPK, untuk mengaudit dana/anggaran PSBB dari awal hingga saat ini, agar masyarakat tahu kemana dan dimana alokasi dana masyarakat Jakarta yang taat membayar pajak.

Demikian isi tuntutan masyarakat yang telah disepakati dan disampaikan oleh Oscar Pendong selaku Humas Aksi.

Aksi Damai hapuskan PSBB tersebut di bubarkan oleh Aparat Kepolisian dan sempat terjadi adu pendapat di Depan Gedung DPRD DKI Jakarta, karena massa merasa sudah izin ke Pihak Keamanan & sudah berkoordinasi dengan pihak dari Ketua DPRD Edi Prasetyo SH, hanya saja saat di konfirmasi beliau sedang tidak berada di TKP, setelah Negosiasi di antara Pengunjuk rasa dengan Pihak Keamanan selesai dengan baik tanpa harus ada tindakan persuasif.

Massa aksi yang di Pimpin oleh Oscar Pendong menuju Titik Kumpul awal di Depan Kampus Trisakti Rawasari dan Melakukan Aksi Bakar Baju Pelindung Diri (APD), sebagai ungkapan Kekecewaaan Massa Pengunjuk Rasa Karena ASPIRASI mereka tidak Tersalurkan, setelah Aksi Bakar Baju APD Massa Langsung Membubarkan diri dengan Tertib karena lagi-lagi, Massa mendapatkan Teguran dari Aparat kepolisian yang masih mengikuti Massa Aksi hingga Pulang.

(Put)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap