Sardjono Utomo: Dokter Senior di Pamekasan Meninggal Positif Covid-19

oleh
248.6K pembaca

Pamekasan, sketsindonews – Dokter senior di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, meninggal dunia terkonfirmasi positif Covid-19. Ia meninggal di RSU Mohammad Noer pada Rabu (2/12) dini hari, dan dimakamkan di rumahnya di Jalan Amin Jakfar, Kelurahan Gladak Anyar, Kota Pamekasan.

Karir Sardjono cukup meroket, sebab ia pernah menjadi Direktur RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan, pada tahun 2005 – 2009. Selepas pensiunan, ia fokus terhadap pasien di praktik kerjanya.

Sardjono mengalami sakit kurang lebih selama seminggu. Akibatnya, Sardjono tidak bisa bergerak bebas. Selain dirinya, istrinya juga ikut diisolasi. Bahkan tempat praktiknya pun ditutup.

Gambar

Untuk menghormati jasanya, Rabu pagi seluruh karyawan RSUD melakukan penghormatan dan mengheningkan cipta dengan melakukan salat jenazah dan berdoa.

Pejabat pemerintah di antaranya Wakil Bupati Raja’e, dan Sekda Totok Hartono, dan Camat Kota Rahmat Kurniadi, turut hadir menyaksikan kegiatan pelepasan jenazah tersebut.

Wakil Bupati Pamekasan Raja’e jadi orang pertama yang menyaksikan bahwa Sardjono adalah orang baik dan memiliki jasa besar terhadap keberadaan RSUD. Dari itu, ia meminta seluruh karyawan dan pejabat pemerintah untuk mendoakan kebaikannya.

Gugus Tugas Covid-19 RSUD Syaiful Hidayat berbicara seputar pergerakan Covid-19. Menurutnya, Covid-19 yang mengarang Dokter Sardjono, meyakinkan bahwa virus yang diduga muncul dari China tersebut, memang keberadaannya ada dan bergerak secara masif.

“Dokter Sardjono ini sebenarnya sudah tujuh hari mengalami sakit, cuma baru masuk rumah sakit,” kata Syaiful saat dimintai keterangan di kantornya, Rabu (2/12).

Dokter senior tersebut rencananya mau dirujuk ke RS Surabaya. Namun tidak memungkinkan. Sebab rumah sakit di sana juga disesaki pasien Covid-19. Sehingga menggunakan fasilitas rumah sakit daerah seadanya.

“Dokter Sardjono jadi salah satu dokter pertama di Pamekasan yang terkonfirmasi Covid-19 dan meninggal dunia. Sementara tenaga medis lainnya yang terkonfirmasi Covid-19 ada yang dari profesi perawat,” tuturnya.

Syaiful tidak mengungkapkan klaster bawaan penyakit yang dibawa Sardjono. Akan tetapi dipastikan muncul dari kontak pasiennya yang melakukan pemeriksaan kesehatan di praktik kerjanya.

Berdasarkan rilis Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang diketahui Syaiful, jumlah dokter di Indonesia yang sudah meninggal dunia sudah tembus kurang lebih 181 orang. IDI tetap mengingatkan bahwa Covid-19 tambah hari, menyerang semakin ganas.

(nru/yht/*)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap