Jakarta, sketsindonews – Countener PD. Pasar Jaya Provinsi DKI Jakarta yang didesign warna kuning sebagai salah satu market place di setiap Kecamatan nantinya bisa menjadi barang rongsokan akibat dibuat untuk program kejut saja “sekali pukul adem”.
Penempatan tersebut padahal untuk peruntukan pusat distribusi pembelian, promosi serta pembelian kebutuhan pokok warga Jakarta secara berkelanjutan.
“Countener berada di pojok Kantor Kecamatan di DKI Jakarta, sepertinya tak lagi menjadi pusat distribusi serta pengadaan kebutuhan pokok murah seperti menjadi pajangan, itu bisa berkarat,” tutur warga Kartini Kusyanto. SH, Jumat (18/12/20).
Sejak lama dirinya mengamati mulai OK OC (mini market) telah banyak “kolaps” bahkan program pendampingan Tim OK OC yang berkantor di Kecamatan tidak jelas dalam menciptakan entrepreneurship warga untuk menjadi calon pengusaha mikro sukses, sepertinya hanya guliran rekruitmen PJLP dan output segi manfaat juga tidak jelas.
‘Selain ditengah pandemi saat inipun langkah – langkah upaya pembentukan usaha terkena dampak ekonomi keluarga tidak pernah di munculkan dalam meningkatkan skill SDM bagi kesiapan optimalisasi usaha dampak pandemi covid – 19 entah sampai kapan bisa berakhir,” ungkapnya.
“Saat ini dua hal problematika masyarakat bukan hanya pada program kebutuhan perlu sembako murah, namun penguatan SDM untuk memiliki keterampilan atau bentuk pelatihan baru dalam menunjang penguatan ekonomi keluarga korban PHK tidak berjalan sebagai mana mestinya,” ujarnya.
Imun ASN Menurun
Kusyanto SH juga menyinggung terkait kinerja para ASN DKI saat ini hanya menggugurkan kewajiban saja, seperti market place contener milik Perumda Pasar Jaya tak ada lagi kegiatan distribusi, promosi bagi kebutuhan penguatan program ekonomi warga.
Kekinian kondisi dari tekanan pandemi telah melantahkan sisi kehidupan. Tanpa peran ASN inovatif maka program berkesambungan pro partisipasi warga menjadi kelesuan belaka disebabkan keterpurukan depressi ASN hingga saat ini telah terabaikan dari beban berbagai potongan pendapatan.
“Seperti kolaborasi antar kelembagaan akhirnya tidak berjalan maksimal karena kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies tidak memperdayakan bentuk apresiasi ASN, dalam memacu menggerakan program kesinambungan, seperti membendung penyelesaian penyebaran pandemi covid – 19 serta program penguatan pemenuhan akibat imunitas ASN menurun,” tandas Kus.
(Nanorame)






