Indonesia Darurat Kebangsaan, Pemerintah Harus Hadir Cegah Pemahaman Liar Ideologi

oleh
11.9K pembaca

Jakarta, sketsindonews –  Resistensi Pengelolaan Negara sudah sangat Mengkhawatirkan, baik secara Ideologis maupun Budaya, Peradaban sebagai parameter nilai luhur hanya dijadikan sebuah Instrumen sehingga akal untuk Mengejentawahkan Dasar Negara sebagai sebuah Ideologi sudah tergredasi cara pandang dengan pemahaman yang liar.

Saat ini agama hanya menjadi tameng berdemokrasi dengan politik identitas menjadi satu praktek politik demi kepentingan instant tanpa melihat keragaman budaya bangsa menjadi alat pemersatu bangsa.

“Menyikapi degdarasi kebangsaan Komunitas Kebangsaan Majelis Gong Pancasila beserta Laskar Patriot Pembela Pancasila & Singa Betina dalam forum dialog bertajuk Tema INDONESIA DALAM KEADAAN DARURAT , ini sebagai wujud Tanggung Jawab Anak Bangsa,” ujar Wardi Klien.SH.KKM Pimpinan Gong Pancasila yang berkantor di Kramat Jakarta Pusat, Minggu (20/12/20).

Konteks kekinian kita harus menyadari bahwa Indonesia Sudah Darurat secara Multidimensi Karena Pemahaman Pancasila Tidak dilihat secara Benar dan Akademis, tetapi justru direspon ala Multitafsir, Sistim sebagai satu kesatuan Organ dari Pembangunan negara dalam Perwujudan Indonesia Sejahtera, adil dan Aman berdasarkan Pancasila hampir tergoyahkan oleh kelompok munculnya radikalisme dan premasnisme.

“Bahwa mengelola negara tidak beda dengan Mem bangun Sebuah Negara, Ada Manajemen ada Sumber Daya Manusia dan Ada Komitmen, tanpa ini Perusahaan akan Bangkrut dan Hancur,” tandas Wardi.

Lanjut Wardi, dia mengibaratkan dan lebih menstreching kembali perihal Indonesia Darurat, bahwa secara substansial Negara ini Darurat lebih kepada Ideologi dan ini sangat Membahayakan jika Tidak segera diberikan Solusi, Negara harus segera hadir untuk dapat mengakomodir demi Kelangsungan Hidup Berbangsa & Bernegara sesuai cita cita Undang Undang Dasar 45 dan Pancasila.

Nantinya dalam kedepannya serta suhu politik semakin tajam dengan mem framing membangun perang isu ideologis agama menjadi isu sentral dalam kepentingan para elite serta ingin merubah landasan dasar Negara dalam bentuk lain.

“Artinya, pluralisme dan konteks budaya sebagai nilai persatuan akan digugurkan dengan mayoritas sebagai doktrin, padahal bangsa ini dibangun oleh beragam etnis, suku, RAS, dan agama yang menjadi dasar dalam menciptakan moralitas serta etika dalam kehidupan berbnagsa dan bernegara,” tutup Wardi.

(Nanorame)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap